Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Tembang hits milik penyanyi Iwan Fals diaransemen ulang oleh komunitas Indonesia Kita (IKI) di panggung I Like Monday, Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (17/10/2016) malam. Alhasil, sensasi rock terasa lebih kental pada setiap lagu.

Komunitas Indonesia Kita (IKI) merupakan kumpulan penyanyi dan musisi rock, blues, jazz, dan reggae. Dikomando penyanyi Renny Djajoesman, malam itu personel IKI tampil lebih banyak dari malam-malam sebelumnya di program yang sama sejak September lalu. 

“Malam ini anak-anak IKI datang lebih banyak. Ini pun sudah dibatasi menyesuaikan durasi, karena banyak yang pingin tampil lebih dari satu lagu,” kata Renny Djajoesman, Ketua IKI sebelum naik panggung di acara “Tribute to Iwan Fals”.

Ada 14 penyanyi yang malam itu tampil diiringi musisi yang juga anggota IKI. “Masing-masing nyanyi satu lagu, pilihan mereka sendiri,” lanjut Renny, yang tampil membawakan lagu Bongkar. Agak khusus, lagu ini mendapat sentuhan suara gendang dinamis dari John Arief Kopi Rock. 

Selain Renny, penyanyi yang tampil Irang Arkad, Boym Seurieus, Luks Superglad, Riffy Putri, Mel Shandy, Bangkit Sanjaya, Willy Sket, Berry St Locco, Well Welly, Sylvia Saartje, dan Mel Shandy.

Di barisan musisi yang mengiringi penampilan mereka, ada Rama Moektio, Estu Pradhana, Krisna Prameswara, Rival Man Himran, Anwar Powerslave, Ambang Christ, Yoel Vai, Jhon Arief Kopi Rock, Webster St Locco.

Panggung malam itu diawali menyanyi bersama lagu wajib Indonesia Raya, selanjutnya panggung pecah oleh aksi Boym "Seurieus" yang membawakan Oemar Bakrie. Disusul lagu Kumenanti Seorang Kekasih oleh Well Welly, dan Pesawat Tempur  oleh Irang Arkad. 

“Lagu ini spesial request dari bokap gue yang baru selesai operasi jantung, dia sekarang ada di antara kita,” kata Irang sebelum menggebrak panggung.

Suasana panggung yang panas menjadi teduh ketika Riffy Putri membawakan lagu Ibuku Sayang. Lampu pun temaram dan bergerak pelan, mengisi ruangan.

“Lagu ini saya pilih untuk mengingat ibuku,” kata Riffy menjawab pertanyaan Bens Leo di panggung, yang malam itu menjadi MC.

Secara berturut-turut, lagu-lagu balada Iwan Fals dibawakan oleh Berry St Locco (Tikus Tikus Kantor), Mel Shandy (Air Mata Api), Bangkit Sanjaya (Bung Hatta), Willy Sket (Mata Dewa), Sylvia Saartje (Denting Piano), Renny Djajoesman (Bongkar).

Sebagai pamungkas, lagu Bento dibawakan koor seluruh pengisi acara, termasuk penyanyi Aryo Wahab, yang ada di meja pengunjung, mendadak dipanggil ke panggung oleh Renny Djajoesman.

 

Jelang konser besar IKI

Menurut Renny Djajoesman, konsep acara panggung “Tribute to” bermula dari keinginan IKI untuk mengadakan kegiatan reguler di Hard Rock Cafe. 

“Tapi karena kami komunitas Indonesia Kita, jadi ironis kalau bawakan lagu-lagu barat. Lalu, kami sepakat dan komitmen membawakan lagu-lagu Indonesia, ciptaan musisi Indonesia,” katanya.

Penampilan IKI malam itu merupakan yang ketigakalinya di program yang sama, setelah pada pekan-pekan sebelumnya mengusung tema “Tribute to Titiek Puspa”, dan “Tribute to Slank”. Masih ada beberapa ‘tribute’, yang siap dipanggungkan oleh IKI sampai Desember 2016.

“Bisa saja pencipta lagu yang kami tampilkan sudah meninggal atau masih hidup, tapi karya mereka memiliki daya pikat di masyarakat,” ujar Renny.

Ke depannya, Renny merencanakan lagu-lagu dari musisi seperti Usmar Ismail, Benyamin S, Bing Slamet, Godbless, Ebiet G Ade dan lainnya. 

“Senin pekan terakhir di Oktober nanti, kita bawakan “Tribute to Koesplus”, dengan featuring grup band Jelly Tobing,” ungkap Renny.   

Namun, Renny mengaku tidak mudah menghadirkan pentas tersebut. Bahkan, dia gamang memikirkan pentas untuk pekan depan.

“Kalau belum ada sponsor yang mantap, minggu depan adalah penampillan kami yang terakhir, Koes Plus. Tetapi kalau sponsor sudah mantap, kami akan lanjutkan sebulan dua kali, awal dan akhir bulan. Sekarang ini, kami masih disponsori produser kami dari DG Web,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Renny, kegiatan panggung IKI di Hard Rock tidak sekadar berekspresi dan berkumpul, tapi untuk persiapan konser besar di bulan November dan Desember mendatang di luar kota.

 “Yang utama adalah, kami ingin menginspirasi generasi muda agar mereka juga mengenal lagu-lagu yang pernah hits di republik ini,” katanya. 

 

Jualan dan idealisme

Prinsip dasar panggung musik IKI di Hard Rock Cafe, menurut Renny merupakan gagasan dari Ediwan selaku pembina IKI. 

“Pak Ediwan, pembina IKI mengarahkan untuk cari tempat yang lebih bersifat internasional, arahkan dua kali dalam sebulan. Nah, tim kami bertemu dengan Hard Rock Cafe, dan kami berbagai hasil dalam penjualan tiket,” jelas Renny yang juga sedang mempersiapkan album IKI. 

Satu hal, ketika musim kampanye Pilkada sedang ramai, IKI tidak terfikir masuk dalam wilayah itu. “Tidak ada arah kesana. Enggak terfikirkan juga untuk jadi tim pendukung kampanye calon gubernur di Pilkada. Karena gue ketua umum IKI, gak bisa mengintervensi anak-anak IKI. Itu akan merusak kepercayaan anggota IKI,” pungkas Renny Djajoesman. (imam)

 

Last modified on Wednesday, 19 October 2016
Read 1122 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru