Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Musisi zaman now dituntut lebih kreatif untuk dikenal publik. Hal ini dilakukan oleh Masqa Band, yang menargetkan pasar musik di panggung maupun rekaman, dengan penampilan yang khas: bertopeng.

Masqa Band terdiri dari lima personel Ebiet A Prawira (keyboards, synthesizer, vocal), Luna (vocal), Mimut (vocal) dan Lukman (drum). 

Berawal dari Band The Frame yang dibangun tahun 2016 dengan formasi berbeda, Ebiet sebagai leader terobsesi meneruskan bakatnya menulis lagu dan menyanyi. 

Ebiet pernah membuat album rekaman dengan band lamanya, tapi tak berlanjut tatkala kuliahnya di Fakultas Kedokteran mulai menyita waktu. 

Baru tahun 2017, Ebiet menghubungi beberapa musisi dan penyanyi yang satu visi, dan akhirnya terbentuk formasi Masqa.

Era digital disikapi dengan spirit menemukan karakter kuat di rekaman dan panggung oleh Masqa Band. 

Pada materi lagu yang sebagian besar ditulis oleh Ebiet Prawira, Masqa sengaja membidik pasar beragam. Dari musik pop yang ringan komersial kategori “C” seperti pada lagu “Cewek I Love You” ( karya Ebiet A Prawira juga dinyanyikan oleh penciptanya) terdengar ringan seperti lagu-lagu karya Koes Plus.

Atau lagu yang membidik pasar ‘B’ seperti di nomor ‘Sungguh’ (Ebiet Prawira/Riza Rizaldi), “Kenangan Abadi, (Aeman/Ebiet Prawira), “Mau Enaknya Sendiri", (Ebiet Prawira) lagu yang diantar dengan warna musik rap oleh Ebiet dan lagu ‘Asa’ (Riza Rizaldi/Ebiet Prawira) yang groovy dan jazzy

Pada video klipnya yang diputar saat peluncuran album "Persembahan untuk Cinta, Masqa" di Aruba Longe and Resto, Pasaraya Blok M, 16 Desember silam,  lagu tersebut diiringi piano dan dinyanyikan oleh duet Arluna dan Mimut masuk di segmen “A”. 

Dua lagu lainnya adalah “Kisah” (Ebiet Prawira/ Ratih Purwarini) -- lagu ini sudah disiapkan panggungnya dalam bentuk aransemen musik akustik -- dan “Myluv” (Ebiet Prawira). 

Masqa menawarkan 3 lagu andalan yakni “Kenangan Abadi”,Cewek I Love You” dan “Asa”.

Sejauh ini menurut data radio yang telah dihimpun label BMG Entertainment tiga lagu diatas mencapai sasaran, baik untuk segmen pendengar melalui data request pemutaran lagu maupun pada saat diadakan jumpa fans. 

Namun Masqa baru menggarap video klip untuk lagu “Cewek I Love You” dan “Asa”. 

“Sejauh ini, lagu Asa kami anggap yang palimg punya tingkat kesulitan, karena progressi chord-nya yang sedikit rumit, dengan perpindahan mayor ke minor dan dinyanyikan oleh dua penyamyi cewek Masqa, Luna dan Mimut, yang menurut saya sejatinya merupakan salah satu karakter musik Masqa,” jelas Ebiet. 

 

Bertopeng

Salah satu karakter lain dari Masqa adalah, penampilan personil utamanya yang bermasker (topeng). 

“Kami sepakat untuk mamakai masker, bukan untuk menyembunyikan identitas, tapi dengan bertopeng ini kami harapkan masquers (penggemar Masqa) bisa lebih fokus menikmati lagu karya kami dibanding wajah kami," lanjut Ebiet sambil melepas tawa. 

Bagaimana dengan target dua perempuan Masqa yang ternyata berprofesi sebagai penyamyi cafe’ dan ‘wedding singer’, 

“Kami berdua siap mengikuti protap Masqa, harus bermasker dimana pun. saat kami berprofesi sebagai bagian dari penyanyi Masqa, kami memakai topeng yang khas dan artistic. Diluar Masqa, kami akan menjadi penyanyi profesional lain, kembali membawakan lagu lagu Top 40 atau melayani request penonton kami,” ujar Luna.

“Tapi saat Masqa promo tour wawancara radio di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di studio radio pun kami memakai masker, “ tambah Mimut, yang tersanjung menjadi bagian Masqa Band memasuki dunia rekaman. 

Dalam industri musik panggung dan rekaman, band yang menyimpan identitasnya melalui masker di luar negeri ada Slipknot dan Kiss.  Di Indonesia ada Kuburan dari Bandung. 

Sejauh yang kita ketahui, sampai saat ini identitas personil band itu melalui wajah tetap tersimpan, meski biodata musisi bisa saja diungkapkan. 

Khusus Masqa Band, personil musisi tetap berusaha mereka simpan, “Sampai kami menyerah untuk membuka topeng kami, entah kapan. Namun sesuai nama band, Masqa kami ambil dari kata mask atau topeng ini seperti fashion untuk penampilan,” tambah Ebiet. 

Launching album Masqa Band mengundang Oppie Andaresta dan Posan Tobing, ex drummer Kotak untuk memberikan testimony atau pendapatnya tentang materi album Masqa, 

“Saya siap membantu distribusi digital Masqa, yang menurut saya materi albumnya cukup beragam membidik segmen musik, bahkan saya akan mempromosikan Masqa ke Malaysia, negara penyerap pasar lagu-lagu pop karya musisi Indonesia,“ kata Posan, pemilik label Aksen Records. (imam

Last modified on Thursday, 21 December 2017
Read 160 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru