Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Munculnya album religi Islam adalah penanda datangnya Ramadhan, bulan suci yang diakhiri Idul Fitri. Musisi dan vokalis Prasetyo dari Audiensi Band yang pertama mengetuk pintu Ramadhan kali ini.

Melalui Album Religi 2014 Prass Audiensi yang seluruhnya diaransemen Donny Hardono sang adik, penyanyi dan musisi Prasetyo menghadirkan format baru lagu-lagu religi Islam. Format baru ini membedakan dengan kebanyakan lagu religi, yang selama ini akrab didengar masyarakat.  

“Saya bawakan lagu ini dengan teknik mayor. Hal ini berbeda pada lagu-lagu sejenis yang dikenal masyarakat umumnya memakai teknik minor,” kata Prasetyo usai menyanyikan dua lagu ciptaannya saat launching  "Album Religi 2014 Prass Audiensi” di studio DSS, kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2015).

Dua lagu tersebut Nikmatnya Idul Fitri dan Pagi. Namun, masih terdapat enam lagu lainnya di album yang sudah disiapkan di akhir tahun 2014 itu, yang menggunakan teknik serupa

Apa yang membedakan teknik lagu mayor dan minor?

“Misalnya lagu-lagunya grup Bimbo untuk jenis religi umumnya menggunakan teknik minor.  Teknik ini biasanya cocok untuk lagu-lagu yang sedih. Nah, saya ingin mengubah pola itu,” kata Prass.

Sebagai peracik musik di album ini, Donny menambahkan, musik religi yang ditawarkan dalam album ini juga tidak ‘menghadirkan’ unsur musik padang pasir. 

“Kita pakai peralatan musik biasa seperti gitar akustik ditambah organ, piano, flute, cello, suling, biola, dan rebana. Tidak ada unsur musikalitas seperti musik padang pasirlah. Kan tidak harus seperti itu musik religi,” kata Donny, yang sudah berhaji tahun 2009 silam.

Dua seniman kakak beradik asal kota Malang ini aktif di grup Audiensi Band yang telah mengiringi rekaman puluhan penyanyi bahkan tampil di Istana Negara di hampir setiap pergantian presiden. 

Tahun 80an, mereka dikenal sebagai duo vokalis “Donny Prass” dan melahirkan sejumlah album rekaman seperti Diatas Bukit Sunyi (1983), Putihnya Sebuah hati (1982), dan Cantik (1985).

Setelah itu keduanya membuka jasa sewa soundsystem dan perusahaan rekaman berlabel DSS Record. Soundsystem DSS ini selama 20 tahun terakhir menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Praktis, semua urusan rekaman lagu pada album ini dilakukan di DSS Record. 

“Sebenarnya kami tidak berniat bikin album religi, apalagi mengedarkannya. Tapi waktu Mas Prass menulis lagu-lagu bertema religi lainnya dan banyak yang suka, akhir tahun lalu kami putuskan untuk merilisnya jelang Idul Fitri 1436 Hijriah ini,” ungkap Donny, yang bekerjasama dengan Demajors sebagai distributor. 

Menjelang Ramadhan dan pada Hari Idul Fitri nanti, lagu-lagu pada album ini cocok mengisi ruang-ruang publik maupun pribadi. (imam) 

 

Foto Lainnya:

Read 4281 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru