Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaknai kemerdekaan di sektor pariwisata, yaitu jika ada keseimbangan antara kebudayaan dan bisnis.

"Pariwisata tidak hanya dilihat dari sisi kebudayan atau alamnya, namun juga bisnis. Sehingga kita gunakan ukuran keindahan dalam perspektif bisnis demi tercapainya target di tahun 2019," kata Arief Yahya usai upacara 17 Agustus di lapangan Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2015).

Ada beberapa target yang menurutnya harus dicapai, diantaranya sumbangan pariwisata terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), penyerapan devisa, penyerapan tenaga kerja, jumlah wisatawan, dan index daya saing di dunia. 

"Dalam hal ini kita harus mengikuti perkembangan dunia. Menggunakan standar global. Kita harus paham mana yang menjadi unggulan dan kelemahan, sehingga target tersebut dapat tercapai," katanya.

Secara khusus, Menpar akan mendorong dunia pariwisata agar lebih memanfaatkan momen HUT Kemerdekaan RI. Berbagai macam event diharapkan akan menarik minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. 

Menteri mengapresiasi seluruh instansi dan lembaga pemerintahan yang melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih dan serangkaian acara menarik lain secara serempak di seluruh Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2015.

Menurutnya, banyak sekali acara menarik yang semakin memajukan aspek pariwisata Indonesia di mata para pelancong yang singgah. 

"Saya setuju tahun depan kita lebih banyak mempromosikan Hari Kemerdekaan Indonesia ke mancanegara. Sudah mulai berjalan seperti yang ada di Sabang, Aceh, dilakukan upacara bendera di titik nol kilometer, dan nanti pada tanggal 22 Agustus akan ada karnaval khatulistiwa yang tentunya menarik perhatian wisman maupun wisnus," 

Acara lain dari rangkaian peringatan HUT Republik Indonesia juga diisi dengan penancapan bendera Merah Putih oleh Tim Pasukan Marinir, di Puncak Cartenz, Gunung Jaya Wijaya, Papua. Namun, Arief berharap, perayaan serupa tahun depan harus lebih meriah dan ramai. 

"Inilah kesempatan bagi kita, untuk memanfaatkan acara kebudayaan atau culture event menjadi acara kepariwisataan atau tourism event. Dengan begitu negara kita akan semakin dikenal oleh negara lain di berbagai belahan dunia," ujar Menpar. (imam)

Last modified on Monday, 17 August 2015
Read 1363 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru