Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Tour de Timor yang akan berlangsung pada 16-19 Desember 2015 mendatang. Kegiatan sport tourism ini merupakan program Pemprop Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya menyambut baik upaya Propinsi NNT dalam mempromosikan potensi pariwisata melalui sport tourism Tour de Timor 2015,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar pada peluncuran TdT 2015 di Kantor Kementerian Pariwisata, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Menurut Esthy, kegiatan sport tourism  minat khusus sangat efektif sebagai sarana untuk mempromosikan daerah tujuan wisata agar lebih dikenal ke manca Negara.

“Kita sudah punya event sport tourism internasional seperti Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Bintan, Triatlon, serta Jakarta Marathon yang semuanya meningkatkan wisman ke Indonesia, yang tahun ini menargetkan 10 Juta wisman,” terang Esthy.

TdT kali ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dengan start di Atambua dan berhadiah total Rp80 Juta. Beberapa daerah di kawasan NTT yang memiliki potensi budaya alam akan menjadi lintasan para pengendara sepeda TdT. 

“Start awal di Atambua dan dilanjutkan etape berikutnya di Kefamenanu, Soe, dan Kupang. Setiap etape akan digelar supporting event antara lain pagelaran seni budaya lokal maupun gala dinner,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Propinsi NTT, Welly Rohimone.

Sementara Sekretaris Daerah Propinsi NTT Frans Salem, mengatakan kegiatan TdT bukanlah kegiatan riders professional,tapi lebih menekankan kebersamaan dan kegembiraan.

“Siapapun yang sehat boleh mengikuti TdT 2015, karena kegiatan ini bersifat fun dalam rangka menikmati keindahan alam di NTT. Kami mempersiapkan perlengkapan seperti sepeda, dan lain-lain yang dibutuhkan peserta,” kata Frans Salem. Dia menjanjikan tahun depan, TdT akan lebih baik termasuk meningkatkan hadiah yang akan diberikan pada pemenang.

Kawasan NTT memiliki potensi obyek wisata dan budaya yang memikat dan harus dipublikasikan terus menerus. “TdT ini luar biasa untuk menghidupkan pariwisata di NTT. Hanya saja perlu pintar mengemas story telling tentang filosofi obyek wisata yang ada agar masyarakat semakin berminat berkunjung,” ujar Esthy Reko Astuti. (imam)

 

Read 1943 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru