Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kain tradisional batik dan tenun songket telah mendapat pengakuan dari badan dunia UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Di Indonesia sendiri, batik mendapat tempat istimewa dengan adanya Hari Batik Nasional. Bagaimana dengan kain tenun dan songket, apakah ada hari istimewanya?

Kesamaan derajat batik dengan tenun songket menginspirasi kalangan industri dan perajin tenun songket untuk memiliki Hari Tenun Songket Nasional. Hal itu dikatakan oleh Hj Anna Mariana, SH MH MBA, pengusaha dan pelestari tenun songket . 

“Adanya Hari Tenun Songket Nasional dapat menjadi kebanggaan bagi jutaan penenun songket, termasuk bagi dunia mode di tanah air Indonesia,” kata Anna Mariana kepada tabloidkabarfilm.com, Jumat (3/2/2017) di Jakarta.

Menurut Anna yang kini mempelopori produksi tenun songket Betawi, banyak tenaga kreatif penenun songket di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Sekarang jumlah penenun sekitar 5 juta orang yang yang menjadi binaan saya. Para penenun ini memberi kontribusi bagi perekonomian dalam negeri serta ikut menyumbangkan devisa negara dari karya yang terjual di dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Salah satu hal yang sangat diharapkan oleh penenun songket adalah dukungan dari pemerintah untuk menerbitkan dan mencanangkan Hari Tenun Songket Nasional. 

“Pencanangan Hari Tenun Songket Nasional akan memberi semangat para penenun dan juga industri fashion. Dengan adanya Hari Tenun Songket Nasional, masyarakat akan lebih mengenal dunia tenun songket di Indonesia,” kata Anna yang menekuni bidang tenun songket lebih dari 35 tahun silam.

Desainer sekaligus pemilik butik “Marysa House of Batik” ini juga menilai, dunia fashion yang menggunakan aplikasi kain tenun dan songket saat ini belum menembus konsumen kalangan masyarakat menengah bawah. Hal itu, karena ada anggapan kain tenun songket relatif mahal dan khusus menjadi konsumsi kalangan elit.

“Tidak salah anggapan itu, tapi sebenarnya kami juga sudah membuat desain tenun dan songket yang harganya menyesuaikan pasar konsumen menengah dan umum,” lanjut Anna.

 

Usulkan tanggal

Untuk menarik perhatian pemerintah dalam rangka pencanangan Hari Tenun Songket Nasional, Anna Mariana berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Namun, dia sangat berharap dapat bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

“Jika sudah tepat waktunya, saya berharap bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo. Saya akan sampaikan permohonan dicanangkannya Hari Tenun Songket Nasional. Sekarang ini, kan masih sibuk menjelang Pilkada,” jelasnya.

Menurut Anna, jika bertemu Presiden dia akan menyampaikan berbagai hal tentang dunia tenun songket, terutama mengusulkan Hari Tenun Songket Nasional. Dia mengusulkan dua tanggal penetapan Hari Tenun dan Songket Nasinal, yaitu 6 September atau 21 April.

“Tanggal 6 September bertepatan dengan pertamakalinya saya berkiprah membantu pengembangan desain motif-motif, juga dalam peningkatan kualitas kain-kain tenun dan songket tradisional. Saya mulai melakukan pembinaan terhadap para perajin tenun dan songket nusantara dan pertamakalinya berkiprah mengembangkan dunia kain tenun dan songket di Bali sekitar 35 tahun yang lalu,” jelas Anna.

Namun, penetapan tanggal tersebut baru sebatas usulan. "Masih dipertimbangkan. Jika disetujui oleh presiden tanggal 6 September. Atau alternatif tanggal lainnya, 21 April bertepatan dengan hari lahir Kartini sesuai perjuangan dan cita-cita pahlawan RA Kartini," ujarnya. (imam)

 

Last modified on Sunday, 05 February 2017
Read 1044 times
Rate this item
(1 Vote)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru