Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berdialog dengan wartawan pariwisata yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) di acara buka puasa bersama (Bukber) di Bakmi Naga Kelapa Gading Jakarta, Selasa (20/6/2017).

 

Menteri Arief Yahya menjelaskan kembali kunci keberhasilan dalam mengembangkan kepariwisataan nasional pada sinerjisitas unsur Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Asosiasi, Komunitas, dan Media) di mana peran media sangat strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Media memiliki peran strategis bagi Kemenpar, sebagai mitra pemerintah dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Pers memberikan kontribusi dalam mendukung proses percepatan pembangunan di Indonesia, khususnya bidang pariwisata," kata Arief Yahya.

Kemitraan ini hendaknya dapat terjalin dengan baik, sehingga rencana dan proses pembangunan bisa tersosialisasikan secara baik dan objektif kepada masyarakat, tanpa harus meninggalkan fungsi kontrol kalangan pers sesuai etika dan Undang Undang Pers.

Dijelaskan, tiga program prioritas (Top 3 program) Kemenpar yakni; digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas yang dilaksanakan tahun ini dalam upaya mencapai target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini dan 20 juta wisman pada 2019 mendatang. 

Menurut Arief Yahya, di era digital, keseharian kita tidak lepas dari digital. Bangun tidur yang dicari pertama; handphone sehingga digital lifestyle telah mengubah perilaku para wisatawan (traveler) karena mempunyai keutamaan; mobile, personal, dan interactive. 

“Hasil kajian menunjukkan 70% traveler melakukan search dan share menggunakan media digital termasuk me-search dan share informasi atau berita pariwisata terbaru,” katanya.

 Sementara itu dalam mengembangkan konektivitas udara, menurut Menpar Arief Yahya, sudah sejak awal menjabat Menpar secara konsisten melakukan kerjasama dan peningkatan seat capacity dengan sejumlah maskapai penerbangan. Untuk itu telah dilakukan safari pertemuan dengan pimpinan maskapai penerbangan nasional untuk membicarakan keberlanjutan kerjasama yang telah disepakati. 

"Potensi pariwisata kita sangat luar biasa. Tapi kita lemah di air connectivity. Kuncinya cuma satu, ada di de-regulasi. Kalau kinerja buruk, hampir bisa dipastikan masalahnya adalah regulasi. Indonesia adalah negara yang terlalu banyak punya regulasi. Arief minta agar regulasi-regulasi ini dipermudah lagi agar industri penerbangan bergairah dan pariwisata bisa makin maju," jelasnya.

Untuk program homestay desa wisata akan dibangun 100.000 homestay pada 2019 mendatang yang tersebar di seluruh Indonesia, minimal di 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas yang sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo  yakni; Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. 

Tahun 2017 ini ditargetkan dibangun 20 ribu, tahun 2018 ditambah 30 ribu lagi, dan tahun 2019 dibangun 50 ribu. Total 100 ribu. 

“Homestay itu dikelola secara koorporasi, bukan cara koperasi. Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yang saya sebut digital  sharing economy,” kata Arief Yahya. Program homestay desa wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini merupakan kontribusi Kemenpar terhadap pendukungan program satu juta rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibuat Kementerian PUPR.

 

Memanfaatkan Liburan Idul Fitri

Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan liburan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah dengan mengajak keluarga mencari sensasi wisata di daerah.

"Sebaiknya, jangan lewatkan 10 destinasi unggulan" ungkap Menpar Arief Yahya, seraya menyebut nomor 1 sampai 10 titik yang paling populer di sana.  

Liburan Lebaran dan anak-anak sekolah Juni-Juli 2016 harus dipersiapkan. Paling tidak destinasi dan industri pariwisata yang akan bertemu langsung dengan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, sebaiknya direncanakan, agar liburan keluarga menjadi berkualitas.

Kemenpar terus mendorong daerah untuk aktif mempromosikan daerah wisata alam dan kulinernya. Juga menggelar banyak event yang memperkuat pamor masing-masing daerah. Misalkan, kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism. 

Dialog dan silaturahmi di acara buka puasa bersama dengan para wartawan pariwisata (Forwarpar) itu diisi dengan tausiah oleh Ustat Fahmi Salim Zubair. Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya pemasangan stiker Wonderful Indonesia di salah satu etalase Bakmi Naga Gading Walk. (imam)

Read 280 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru