Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Dua tahun lalu nama Kopi Baringga hanya dikenali oleh para anggota Kopassus yang berlatih di daerah Cicalengka, Jawa Barat. Sekarang kopi dari varietas Arabica itu mulai dikenali di pasar umum, baik domestik maupun internasional seperti Rusia.

"Kopi Baringga ditemukan pertamakali oleh seorang rekan saya di tempat latihan Kopassus. Baringga singkatan dari "Baret Jingga", warna topi baret Paskhas AU. Nama itu diberikan oleh Panglima TNI," kata H Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha SH MH MSc pemili merek Kopi Baringga dalam Forum Bisnis bertema "Peningkatan Kapasitas dan Kualitas UKM-IKM Kopi Dalam Memasuki Pasar Timur Tengah" di ajang Indonesia International Islamic Fair 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Narasumber lainnya dalam diskusi ini adalah Dr Anton Apriyantono (Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia/Mantan Menteri Pertanian RI), Ira Damayanti (Ketua Indonesia Diaspora SME-SMI Export/Journey Wonderfull Indonesia Coffee) dan T Irham Kelana (Skylar Terra International/Tim Agregator Ekspor UKM-IKM).

Menurut Kusumayudha, Kopi Baringga telah masuk ke pasar ekspor di Rusia. Pihaknya juga berencana melebarkan potensi pasar di negara lain termasuk kawasan Timur Tengah. "Khusus di pasar lokal, Kopi Baringga masih dijual secara online di internet," katanya.

Keistimewaan Kopi Baringga, menurut Kusumayudha telah melalui test rasa di kalangan pecinta kopi. "Aromanya relatif harum, dan jenis kopi ini mudah menyerap wangi tanaman di sekitarnya. Kalau dekat kebun jeruk, aromanya jeruk. Kalau ditanam dekat melati, jadi wangi melati," lanjutnya. 

Yang istimewa, mengkonsumi Kopi Baringga tidak perlu mencampur dengan gula. "Akan lebih nikmat rasanya tanpa gula," katanya.

Pada awalnya, Kopi Baringga ditemukan di tempat pelatihan Kopassus. "Saya dihubungi seorang teman yaitu Kolonel Anis Nurwahyudi dari Paskhas TNI AU. Lalu kami meneliti kualitasnya yang ternyata cukup istimewa," lanjut Kusumayudha. 

Nama Kopi Baringga diberikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ketika masih KASAU. Tanaman kopi Arabica ini pun diproduksi secara industri, dan diharapkan memberi manfaat secara ekonomis. 

Terkait dengan upaya peningkatan produksi dan pemasaran kopi, Kusumayudha telah bersiap menggelar event berskala nasional dan internasional.

"Kami akan gelar Festival Kopi Nusantara yang akan melibatkan semua pengusaha dan stakeholder industri kopi dari seluruh Indonesia," ujar Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha. (imam)

Last modified on Sunday, 12 May 2019
Read 126 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru