Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung gerakan moral sekaligus kegiatan Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” (Visit Ambon) yang diresmikan Sabtu (18/4/2015) di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jakarta.

“Mangante Ambon” merupakan ajakan kepada orang Maluku dan Diaspora untuk pulang kampung dan bersama-sama membangun Maluku yang diprakarsai Pemda dan masyarakat Ambon.

“Kami berusaha mengumpulkan seluruh potensi masyarakat dan cendikiawan di dalam maupun di luar Ambon (Maluku) untuk memberikan dukungan dalam mewujudkan Ambon Manise 2025,” kata Walikota Ambon, Richard Louhanapessy. Gerakan ini juga bertujuan mengembalikan citra Ambon Manise sebagai kota wisata yang aman, nyaman, indah dan harmonis.

“Mangante Ambon” dimaksudkan juga untuk lebih memperkenalkan Maluku khususnya Ambon sebagai salah satu destinasi pariwisata Indonesia, memperkenalkan obyek dan daya tarik wisata. 

“Kegiatan ini sebagai ajang reuni masyarakat Ambon di seluruh penjuru dunia, untuk turut memberikan sumbangsih bagi percepatan pembangunan daerah, serta mengajak kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” kata Richard. 

Secara umum, gerakan ini sekaligus untuk mengembangkan pariwisata kota Ambon melalui berbagai event wisata, seni dan budaya tingkat lokal, nasional maupun internasional selama setahun yang berjumlah 38 event.

Ambon sebagai salah satu pintu masuk menuju kabupaten/kota di seluruh Maluku, juga sebagai tempat transit menuju Provinsi Maluku Utara, Papua Barat dan Papua dengan akses direct flight dari Jakarta dan Makassar, dan letaknya dekat benua Australia. 

“Untuk itu Kementerian Pariwisata mendukung kegiatan “Mangente Ambon” dengan memberikan dana sebesar 5 Milyar rupiah,”  kata Arief Yahya.

Menteri Pariwisata, Arief  Yahya  mengatakan Provinsi Maluku yang dikenal dengan  gugusan  “Seribu Pulau” dengan keindahan baharinya yang terdiri dari 11 kabupaten/kota dan Ambon sebagai ibu kota provinsi, sudah dikenal dari abad ke XV pada saat Bangsa Portugis pertama kali menginjak kakinya di Maluku karena kekayaan alam rempah-rempah pala dan cengkeh.

Dalam upaya mempromosikan pariwisata daerah Maluku khususnya Kota Ambon, Kementerian Pariwisata mendukung promosi daerah untuk lebih memperkenalkan Maluku dengan keragaman daya tarik wisatanya yang mempesona, khususya Kota Ambon sebagai daerah tujuan wisata agar lebih dikenal masyarakat luas baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Diharapkan dukungan promosi daerah dari Kementerian Pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara ke Maluku akan meningkat, sehingga mendukung pencapaian target nasional tahun 2015 dengan kunjungan wisman 12 juta orang dan pergerakan wisnus 155 ribu orang dapat tercapai,”  kata Arief Yahya. 

Richard Louhanapessy menambahkan, bahwa sebagai kelanjutan dari Launching “Mangente Ambon” akan diselenggarakan “Grand Launching Mangente Ambon”  yang akan dilaksanakan di Kota Ambon pada tanggal 6 Mei 2015.

“Kegiatan ini akan dirangkaikan dengan Karnaval dan Festival Budaya Nusantara yang akan dihadiri 98 kota dari seluruh Indonesia serta direncanakan akan dibuka oleh Bapak Presiden RI. Selain itu kegiatan Pertemuan Diaspora akan dilaksanakan pada 18-19 Agustus 2015 dan puncak acara “Mangente Ambon” tanggal 7 September 2015 di Kota Ambon,” jelas Richard.

Beberapa kegiatan “Mangente Ambon“ selain Karnaval dan Festival Seni Budaya Nusantara, Konser 20th Glenn Fredly, Gema Ramadhan & Amekx Zamrah Festival, Darwin Ambon International Yacht Race, Festival Musik Etnik dan Modern Dance, Underwater Photography Competition, Ambon Music Festival, Pesta Rakyat Orang Basudara, Pesparawi Nasional, sedangkan puncak acara Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” diselenggarakan pada tanggal 7 September bertepatan dengan HUT Kota Ambon yang ke-440.

Sedangkan Gubernur Maluku Said Assagaff menyebutkan Provinsi Maluku berkarakter kepulauan dengan luas wilayah 712.479,65 km2 dengan daratan hanya 7,6% dan lautan 92,4% dan panjang garis pantai 10.630 km memiliki 1340 pulau,  3 kabupaten perbatasan dengan 18 pulau terluar. 

“Penduduk relatif sedikit dan penyebarannya tidak merata serta terkonsentrasi pada pulau-pulau kecil dengan sumber daya alam beragam dalam jumlah kecil dan tersebar,” katanya. (imam)

 

Foto Lainnya:

 

Read 4604 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru