Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Kasus pelecehan profesi wartawan oleh artis Raffi Ahmad dilanjutkan oleh Forum Wartawan Hiburan Indonesia (Forwan). Sebelumnya, organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah memafkan artis tersebut.

“Yang merasakan langsung pelecehan oleh Raffi Ahmad bukan organisasi di atas sana, tapi wartawan di lapangan yang tergabung di Forwan. Makanya, kami akan lanjutkan terus kasus ini,” kata Sutrisno Buyil pada tabloidkabarfilm.com, Selasa (24/11/2015).

Sutrisno yang ditemui di acara gala premiere film “Skakmat” di Studio XXI, Plaza Epicentrum, Jakarta Selatan,  menegaskan organisasi Forwan didukung sejumlah pengacara untuk melanjutkan proses hukum kasus pelecehan profesi oleh Raffi Ahmad tersebut.

“Senin (23 November 2015) Forwan menjalani pemeriksaan di  Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya. Ini sebagai kelanjutan laporan Forwan ke Polda Metro Jaya, Senin sebelumnya pada 9 November 2015,” jelas Sutrisno.

Pemeriksaan pertama Forwan ke Polda ditandai dalam Surat Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL/4743/XI/2015/PMJ/Ditreskrimsus, tertanggal : 9 November 2015, dengan sangkaan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik. 

Berdasarkan surat tersebut, Raffi Ahmad dikenai Pasal 310 KUHP dan Pasal 311dan atau Pasal 27 (3) Jo Pasal 45 (1) UU RI No.11 Thn 2008 Tentang ITE, dengan ancaman hukuman 4 tahun 9 bulan.

“Ada enam belas pertanyaan yang diajukan pada klien kami. Semuanya dijawab dengan lancar,”  kata Herwanto N SH,  usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2015).

Untuk menjerat Raffi Ahmad sesuai dengan Pasal-Pasal yang telah ditetapkan pada laporan sebelumnya, menurut Herwanto, pihaknya telah menyertakan alat bukti saat pemeriksaan. 

“Sudah kami lengkapi sesuai alat bukti yang kami punya, berupa rekaman hasil tayang. Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Herwanto.

Ditegaskan oleh Sutrisno Buyil, organisasi yang diketuainya tersebut serius dan tidak main-main untuk melanjutkan perkara tersebut hingga ke ranah hukum. “Forwan terus mendorong kasus ini ke ranah hukum. Permintaan maaf ke PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan ke Dewan Pers, tidak menyurutkan kami untuk melanjutkan perkara ini,” jelas Sutrisno Buyil.

Dalam kaitan itu, Sutrisno menyesalkan adanya tudingan pemerasan yang dilakukan Forwan terhadap Raffi Ahmad. Tudingan miring tersebut menyerempet Forwan dan kuasa hukumnya, yang menerima ‘uang damai’ sebesar Rp 250 juta.

“Silahkan dibuktikan saja. Jauh sebelum muncul masalah ini, saya juga tidak pernah bertemu Raffi,” . Tudingan itu sangat tendensius dan tidak mendasar sama sekali,” tegas Sutrisno.

Bantahan Sutrisno diperkuat Herwanto N. SH, “Kan Raffi juga sudah membantah waktu di Dewan Pers. Jadi masalahnya sudah terang benderang,” kata ketua umum Barisan Advokat Bersatu (Baradatu) ini.

Kasus berawal ketika Raffi Ahmad di tayangan televisi, menyebutkan ilustrasi jika bermasalah dengan wartawan cukup dengan menyebarkan uang recehan ke mereka. Wartawan hiburan pun mengambil sikap atas pelecehan tersebut dengan melaporkan ke polisi. (imam)

 

Last modified on Wednesday, 25 November 2015
Read 1997 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru