Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Komunitas Jendela Sinema mengadakan ”Workshop ‘ngabuburit’  Film Pendek Fiksi” selama dua hari (Sabtu-Minggu, 25-26 Juni 2016). Sebanyak 20 peserta mendapat pelatihan teori dan praktik.

“Sambil ngabuburit nunggu waktu berbuka puasa, kita mengajak peserta membuat film pendek fiksi,” kata Kurniawan Todi, Ketua Pelaksana Acara Workshop kepada tabloidkabarfilm.com di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2016). 

Sebelumnya, komunitas Jendela Sinema beberapa kali mengadakan kegiatan antaranya nobar (nonton bareng) film-film  jadul (jaman dulu) yang melibatkan Sinematek Indonesia.

Kegiatan pelatihan film pendek fiksi diikuti 20 peserta teridiri dari mahasiwa dan masyarakat umum, yang mendaftar dua minggu sebelumnya. Pada hari pertama, peserta mendapatkan modul teori dari tiga narasumber dengan masing-masing keahlian yaitu Elizabeth Lutters (ide cerita dan skenario), Eka Sitorus (Penyutradaraan dan acting), dan Ensadi Joko Santoso (Kamera dan editing).

Elizabeth Lutters berbagi berpengalaman sebagai menulis skenario. Dia cukup lama bergabung dengan sejumlah rumah produksi seperti Multivision, Virgo Film, dan Triwarsana menjelaskan. 

"Yang sering ribut dalam produksi biasanya penulis dan sutradara, karena penafsiran yang berbeda. Penulis merasa yang dibuat sutradara tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Tetapi, sutradara memang berhak mengembangkan skenario," ungkapnya.

Oleh karena itu, sangat disarankan jika penulis dan sutradara duduk bersama untuk membahas cerita sebelum dieksekusi.

Menurut Kurniawan Todi, animo peserta workshop tersebut cukup tinggi. Namun, pihaknya hanya membatasi peserta 20 orang. “Kami batasi 20 orang, mengingat keterbatasan kursi dalam satu kelas. Banyak yang masih mendaftar ketika sudah ditutup, dan terpaksa tidak kami terima,” katanya.

Workshop sendiri diselenggarakan bersama Jendela Sinema dengan Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail dan Citra Film & TV School.

Setelah mendapat latihan teori hari ini, peserta workshop akan dibimbing praktik membuat film pendek pada hari berikutnya, Minggu (26/6/2016). Durasi film maksimal 5 menit, dimana 20 peserta akan dibagi 3 kelompok yang akan membuat film.

“Setiap kelompok diberi kebebasan dalam membuat ide, skenario, syuting sampai editing. Nantinya, film karya mereka akan diupload di youtube,” jelas Kurniawan seraya mengatakan, seluruh peralatan praktik telah disiapkan panitia. (imam)

Last modified on Saturday, 25 June 2016
Read 13567 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru