Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Merayakan ulangtahun pertama komunitas musisi Indonesia Kita (I-Ki) menggelar konser bertajuk Untuk Pahlawan Pengawal Garuda di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (10/11) malam.

Komunitas para musisi dan penyanyi lintas genre yang diketuai Renny Djajoesman ini menjadikan peringatan Hari Pahlawan 10 November, sebagai tanggal kelahiran I-Ki. Konser ini ajang apresiasi dan penghormatan I-Ki kepada para pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Umum I-Ki, Renny Djajoesman mengatakan, spirit kebangsaan dan cinta negara dari para pengurus dan anggota IKI sangat luar biasa, sehingga tidak sulit untuk menggelar konser bertema patriotik.

“Banyak yang bisa kami ajak kerjasama, misalnya Bentara Budaya dan DSS Sound System langsung merespon cepat. Ucapan Bung Karno "Jas Merah" (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah) benar adanya, makanya kita mengejawantahkan yang diucapkan beliau untuk tidak melupakan sejarah dengan menggelar konser peringatan Hari Pahlawan,” jelas Renny sebelum pentas.

Anggota I-Ki saat ini berjumlah 89 orang terdiri dari musisi dan penyanyi lintas genre, usia, dan daerah. "Komunitas I-Ki tidak dilahirkan tapi terlahir dari sebuah semangat kebersamaan yang dihimpun semua anggotanya," katanya.

Setahun usia I-Ki telah melakukan berbagai aksi sosial, apresiai, termasuk berkarya bersama dalam format album mini. "Ke depan, I-Ki akan terus berkarya dan berbagi dengan kemampuan yang ada," katanya.

Sementara itu, Direktur Bentara Budaya Jakarta Frans Xartono mengatakan, konser musik I-Ki bagian program reguler yang dihadirkan setiap hari Kamis. “Kami punya program ‘Kemisan’, yang menjadi ajang pentas bagi seniman musik, teater, dan lainnya,” katanya.

Tidak sekadar berkesenian untuk menghibur, rangkaian acara pada program Kemisan  juga menjadi peristiwa budaya. “Kesenian di sini tak sekadar menghibur, tetapi menjadi sebuah peristiwa kebudayaan untuk tetap berpijak pada semangat keindonesiaan,” jelas Frans Xartono.

 

Panggung 'Merah-hitam'

Malam konser itu sekitar 50 anggota I-Ki berkolaborasi membawakan sedikitnya 10 lagu. Mereka mengenakan pakaian 'seragam' bertema merah-hitam. Lagu-lagi yang dibawakan antaranya Kebyar-kebyar dan Merah Putih karya Gombloh, lagu Ibu dan Bung Hatta karya Iwan Fals, dan ditambah lima lagu dari album Bela Negara Indonesia Kita yang semuanya bernafaskan spirit cinta dan bela negara.

Lagu-lagu dalam mini album I-Ki antaranya Indonesia Kita ciptaan Jelly Tobing, ASAP ciptaan Amiroez/Renny Djajoesman, Kita Adalah Satu ciptaan Sylvia Saartje/Amiroez, Indonesiaku ciptaan Irish Riswoyo dan Nusantara ciptaan musisi legendaries Almarhum Tonny Koeswoyo.

Konser juga menghadirkan penampilan spesial dari band ITZ (Ikmal Tobing, Taraz Bistara dan Zondy Kaunang), yang merupakan generasi muda dari IKI. Selain itu ITZ juga mengiringi Legenda Drummer Indonesia Jelly Tobing yang yang menyanyikan lagu popular dari God Bless, Menjilat Matahari.

Para musisi yang memeriahkan konser Hari Pahlawan malam itu di antaranya adalah Renny Djajoesman, Jelly Tobing, Sylvia Saartje, Amiroez, Ita Purnamasari, Mell Shandy, Connie Dio, Candil, Bangkit Sanjaya, Berry ‘Saint Loco’, Lady Avisha, Willy ‘Sket’, Trison ‘Roxx’, Amiroez, ITZ, dan Damon Koeswoyo.

Ada pula Boym ‘Serieus’, Rama Moektio, Mahir Blues, Ambang Power Slave, Pallo, Erwin Red Spider, Ipunk ‘Power Metal’, Anwar ‘Poweslave’, Riffi Putri, Welly Potlot, Yoel Vai, Julia, Temmy, Tommy, Yevie Nabila, Bullux, Bonita, dan Krishna Prameswara. (imam)

 

Last modified on Sunday, 18 December 2016
Read 5091 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru