Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Yayasan non profit bidang promosi film dokumenter, In-Docs akan memutar 20 film dokumenter dari dalam dan luar negeri di ajang “ScreenDocs Expanded”, 1 - 4 Desember 2016 di The Erasmus House, Jakarta.

Ke-20 film yang akan diputar merupakan karya sutradara tanah air Indonesia dan internasional, yang mengangkat tema seputar “human rights”.

Amelia Hapsari, Program Director In-Docs dalam siaran pers yang diterima tabloidkabarfilm.com, Jumat (25/11/2016) mengatakan, untuk pertama kalinya In-Docs menghadirkan pemutaran film dokumenter Nasional dan Internasional. 

“Kami mengajak audiens untuk lebih memahami permasalahan sosial yang ada di sekitar melalui sebuah film. Kami percaya, film dokumenter merupakan sumber informasi yang memiliki mampu memotivasi masyarakat  menjadi lebih peduli, dan toleran pada lingkungan,” ujarnya. 

Sayangnya, lanjut Amelia, semakin banyaknya sineas menciptakan film yang sarat informasi serta kemasan menarik, namun mayoritas penonton tidak memiliki akses untuk menonton film-film dokumenter kreatif tersebut.

“Kita terbatas dalam infrastruktur untuk mengakses film dokumenter. Hal inilah yang mendorong kami untuk menghadirkan ScreenDocs Expanded,” kata Amelia. 

ScreenDocs Expanded juga menghadirkan rangkaian kegiatan lain sebagai kontribusi pada perkembangan film dokumenter yaitu Impact Workshop. Kegiatan ini memberi pengarahan tentang bagaimana merancang strategi agar film dokumenter dapat memberi dampak nyata terhadap masyarakat. 

Lokakarya tersebut ditargetkan untuk produser, sutradara, distributor, dan juga mereka yang bertugas melakukan kampanye-kampanye sosial. 

“Kami mengundang sineas terkemuka di industri film dokumenter termasuk sutradara dari Belanda, John Appel yang akan menyampaikan kuliah terbuka dan mempresentasikan hasil karyanya yang berhasil meraih penghargaan Audience Award di International Documentary Film Festival Amsterdam,” jelas Amalia.

Selama empat hari ScreenDocs Expanded akan memutarkan lebih dari 20 film dokumenter unggulan yang terbagi kedalam sejumlah kategori sosial, termasuk kesejahteraan lingkungan, kesehatan, kesejahteraan wanita hingga agama. 

Diantaranya adalah That Sugar Film yang merekam eksperimen sutradara ketika mengkonsumsi makanan dan minuman bergula dan efeknya terhadap kesehatannya, The Borneo Case, Notes on Blindness sebuah dokumenter yang ditampilkan dengan menggunakan teknologi Virtual Reality, Among The Believers serta Nokas yang diputar untuk pertama kalinya di Indonesia. 

“Setelah menonton film-film yang diputar di acara ini kami memberi sesi diskusi dan tanya jawab sehingga audiens dapat berinteraksi mengenai proses perekaman atau inspirasi dibalik film tersebut. Kami harap penonton dapat berefleksi dan memberi kontribusi terhadap lingkungan sekitar mereka,” tambah Amel.

Dia juga berharap produksi dan distribusi film dokumenter lebih berorientasi pada dampak, lebih melibatkan banyak kolaborasi, dan lebih mempererat rasa solidaritas terhadap sesama, terutama mereka yang terpinggirkan.  (imam)

 

Last modified on Monday, 28 November 2016
Read 3915 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru