Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

The 9thJogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) akan digelar 1-6 Desember 2014 di Yogyakarta. Festival film bertaraf internasional yang berfokus pada sinema Asia ini mengangkat tema Re-Gazing at Asia (Menatap Ulang Asia).

JAFF pertama digelar tahun 2006 atas inisiasi sejumlah sineas antaranya Garin Nugroho, Budi Irawanto, Philip Cheah, dan Ifa Isfansyah. Tahun ini, JAFF dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu Empire XXI, Taman Budaya Yogyakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, dan empat desa di Yogyakarta: Giriloyo, Nitiprayan, Sidoakur, dan Banyusumilir.

"Re-Gazing at Asia" merupakan terjemahan dari pentingnya para sutradara dan produser perempuan yang membantu publik memandang-ulang  Asia lewat sentuhan afeksi serta dijiwai oleh semangat kesetaraan.

“JAFF juga meneguhkan pentingnya perspektif ‘perempuan’ dalam memandang persoalan perempuan dan jagad social melalui lensa sinematik,” ungkap Budi Irawanto selaku Festival Director dalam siaran pers yang diterima tabloidkabarfilm.com, Sabtu (22/11/2014).

Menurut Budi, ‘Re-Gazing at Asia’ (MenatapUlang Asia) dipilih sebagai tema JAFF tahun ini menegaskan keniscayaan melihat Asia dengan melawan cara pandang stereotipikal, patriarkis dan cenderung menguasai pihak lain.

Meski film pembuka festival ini, Like Father Like Son, karya sutradara laki-laki dari Jepang, Hirokazu Koreeda, namun film ini berkutat pada masalah keluarga di ranah domestik yang selama ini secara stereotipikal dianggap ranah perempuan.

Sebagai penutup akan ditayangkan film Snowpiercer (Bong Joon-Ho), yang merupakan bagian dari spesial program bertajuk Glimpe of Current of Korean Cinema, hasil kerjasama dengan Korean Cultural Center (KCC). Selain film tersebut, selama festival akan ada 2 film peraih box office di Korea Selatan lainnya yang akan ditayangkan.

Secara keseluruhan, ada 75 film dari 18 negara pada JAFF kali ini. Film-film tersebut akan diputar dalam program-program utama festival seperti Asian Feature (pemutaran sekaligus kompetisi bagi film-film panjang Asia. Program ini menganugerahi Golden Hanoman, Silver Hanoman, dan Geber Award bagi film panjang terbaik Asia), Light Of Asia (program khusus untuk penggiat film-film pendek Asia baik eksebisi maupun kompetisi. Award untuk kompetisi ini adalah Blencong Award), dan lain-lain. (imam)

 

Foto Lainnya: 

 

 

Last modified on Monday, 24 November 2014
Read 2693 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru