Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Ir Chand Parwez Servia pemilik PT Kharisma Starvision Plus buka suara soal Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) yang digagasnya bersama sejumlah produser film. Menurutnya, APFI bukan tandingan PPFI yang baru ditinggalkan.

“Kita ingin move on dari kegaduhan industri film. Karena industri film kita banyak gaduhnya dibanding kerjanya,” ujar Chand Parwez kepada tabloidkabarfilm.com, Jumat (9/10/2015).

Mantan anggota PPFI ini mengatakan sangat menaruh hormat pada lembaga dimana dia pernah menjadi ketua umumnya. 

“PPFI itu bagian sejarah perfilman Indonesia.  Saya sangat menghormati PPFI tapi, saya ingin punya wadah yang berbeda. Di era seperti sekarang ini, kan boleh-boleh saja. Kita sepakat untuk boleh tidak sepakat ,” katanya. 

Dia menyamakan proses pembentukan APFI dengan Festival Film Bandung. “Ketika saya membuat Festival Film Bandung juga tidak boleh, harus jadi Forum Film Bandung. Meskipun berbeda, tapi sekarang setelah 29 tahun kan bagus ada FFB ada FFI. Semakin banyak film dibicarakan secara postif,” jelasnya.

Semangat pendirian APFI adalah untuk wadah tempat berbagi pengalaman antara pemilik perusahaan film. “Saya ingin APFI jadi wadah menciptakan dan meningkatkan kualitas film. Bagaimana supaya film kita bisa mendekat kepada penonton,” ujarnya.

Tentang anggapan yang menyebutkan bahwa APFI akan menjadi pesaing PPFI, Chand Parwez menolak hal tersebut. 

“Ini bukan bersaing atau untuk menyalah-nyalahkan pihak lain. Kita mengajak seluruh pemangku kepentingan perfilman termasuk pemerintah untuk bahu-membahu merealisasikan harapan. Jadi kita tidak ingin ada kegaduhan di industri film,” jelasnya.

 

Dinamika organisasi

Soal keputusannya juga keputusan produser Ody Mulya Hidayat (Maxima Pictures) keluar dari keanggotaan PPFI, Chand Parwez mengatakan hal biasa dalam berorganisasi.

“Ini hal biasa dalam dinamika berorganisasi. Saya pernah menjadi pengurus PPFI, dan seharusnya kita bekerja saja. Karena organisasi adalah tempat kita mendedikasikan diri, agar bidang yang kita geluti berkembang.  Saya fikir APFI dimaksudkan untuk seperti itu. Kita harus melihat industri film dari sudut pandang yang berbeda,” lanjut Parwez.

APFI akan diresmikan pada Senin, 12 Oktober 2015 di Jakarta. Menurut Parwez lembaga ini nantinya lebih aspiratif dan lebih komunikatif. 

APFI akan menawarkan keanggotaan, kemudian rapat membentuk pengurus. “Mungkin nanti di Anggaran Dasar ada syarat anggota minimal dua tahun sebelumnya sudah produksi, dan dalam dua tahun berikutnya tetap produksi. Kalau tidak, ya menjadi anggota biasa atau anggota non aktif. APFI sebaiknya dilihat secara optimis dan positif,” jelas Chand Parwez. (imam)

 

Last modified on Saturday, 10 October 2015
Read 4289 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru