Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Dunia film tidak pernah sepi dari masalah. Mulai dari urusan kebijakan di bidang industri, sampai festival film sebagai apresiasi. Tidak adanya kebersamaan sineas dirasakan oleh aktor senior Roy Marten.

“Ketika FFI (Festival Film Indonesia) dikerjakan oleh orang tua, anak-anak muda tidak mau hadir meskipun diundang. Dan ketika anak muda yang menggarap FFI, orangtua ditinggal,” kata Roy Marten saat dijumpai di Hotel Grand Palace, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2015) pagi.

Dikotomi antara tua dan muda di kalangan sineas Indonesia bukanlah hal baru. Roy mengaku juga mengalami situasi yang sama di masa lalu, ketika masih muda. 

“Tetapi, dikotomi antara sineas tua dan muda pada hari ini seharusnya sudah selesailah. Masak tidak bisa duduk bersama,” ujar Roy, yang hadir ke Yogyakarta diundang oleh panitia Apresiasi Film Indonesia (AFI) untuk membaca daftar nominasi dan pemenang AFI 2015 di Benteng Vredeburg malam hari itu.

Bahwa anak muda merupakan agen pembaharu, hal tersebut diakui oleh Roy Marten sebagai sebuah kebenaran.  “Dan bahwa anak muda lebih hebat itu tidak salah. Tapi ada semacam kesombongan di sana,” katanya.

Aktor kelahiran Salatiga, Jawa Tengah 1 Maret 1952 ini mengungkapkan bahwa perfilman hari ini ada karena dimulai pada masa lalu. 

“Kalau kita tanyakan diri kita, mengapa perfilman ada hari ini? Itu karena ada masa lalu. Masa lalu yang berjuang untuk kita hari ini,” jelas Roy tanpa bermaksud menggurui.

Aktor pemeran puluhan judul film antaranya Cintaku Di Kampus Biru (1975) dan Penjuru 5 Santri (2015) ini menyayangkan sikap kalangan sineas, yang tidak pernah bisa duduk bersama menyelesaikan persoalan.

“Insan film di sini bisa kuat, kalau mau duduk bersama. Itu saja dulu yang harus dilakukan. Bahwa ada yang berusaha merusak kebersamaan orang film dari luar, saya yakin kalau di dalamnya kompak, tidak akan rusak. Lah, bagaimana mau kompak, wong diundang hadir FFI saja tidak mau. Begitu juga sebaliknya,” jelas Roy Marten. (imam)

 

Foto Lainnya:

Last modified on Monday, 09 November 2015
Read 2356 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru