Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Jakarta segera memiliki kain tenun songket Betawi. Penambahan khasanah kain tradisional ini digagas oleh desainer, pelopor sekaligus pelestari kain tenun songket, DR Hj Anna Mariana SH MH MBA.

"Kain tenun dan songket Betawi belum pernah ada, dan saya sekarang mulai memproduksinya," kata Anna Mariana di Jakarta, Sabtu (24/12/2016).

Hal tersebut diungkapkan oleh Anna, yang telah malang-melintang di dunia mode berbahan tenun dan songket, saat menerima kunjungan rombongan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi di butik miliknya, Marsya House, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (24/12/2016).

“Sampai sekarang Jakarta hanya memiliki kain batik cap, batik tulis dan batik printing. Belum ada kain khas Betawi yang menggunakan material kain tenun dan songket, yang pembuatannya tradisional ditenun atau handmade,” kata Anna Mariana.

Wanita kelahiran Solo, Jawa Tengah 1 Januari 1960 ini telah melakukan ‘penelitian’ kain tenun songket dari berbagai daerah di nusantara, dan belum menjumpai tenun songket Betawi. 

“Jakarta sebagai ibukota negara berpeluang menjadi etalase kebudayaan yang dapat bersaing dengan pusat-pusat mode dunia seperti New York, Paris, dan Milan. Tenun dan songket dari sejumlah daerah Indonesia sudah diakui di dunia mode internasional. Kini saatnya tenun songket Betawi hadir,” lanjut desainer yang sudah 33 tahun berkiprah di ranah tenun songket ini.

Kunjungan rombongan Bamus Betawi untuk membedah soal tenun dan songket, terutama tenun songket Betawi. Kegiatan ini dalam rangka  Pengembangan Budaya Kain Batik Betawi, serta sosialisasi Pengembangan dan Pembinaan Budaya Kain Tenun dan Songket Betawi. 

Gagasan Anna Mariana disambut positif oleh Ketua Umum Bamus Betawi, Drs H Zainudin, yang mengatakan siap memberi dukungan sepenuhnya.

“Bamus Betawi siap mendukung habis-habisan perjuangan ibu Anna Mariana untuk mempelopori dan mengembangkan kain tenun dan songket Betawi,” kata H Zainudin.

Untuk itu, menurut Zainudin, Bamus akan mendorong semangat warga Jakarta yang memiliki keahlian dan ingin mengembangkan kebudayaan melalui kain tenun dan songket. 

“Tapi saya berharap, orang Betawi harus dilatih menenun dan membuat songket. Sehingga suatu saat nantinya kain tenun dan songket Betawi akan booming,” kata H Zainudin, seraya mengatakan sebaiknya ‘hak paten’ tenun dan songket Betawi segera didaftarkan.

Kain tenun dan songket berbagai daerah Indonesia yang diproduksi oleh Anna Mariana telah menjangkau sejumlah negara diantaranya Paris, Perancis, Amerika, Thailand, Jordania, dan Dubai.

“Mengembangkan kain tenun dan songket Betawi memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk Bamus Betawi. Tenun dan songket Betawi akan ikut memperbaiki perekonomian masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata Anna yang getol mengkampanyekan penetapan “Hari Tenun dan Songket Nasional”. 

Produk perdana tenun songket Betawi yang dipatenkan oleh Anna Mariana akan diluncurkan dalam waktu dekat di tahun 2017. "Ciri khas tenun songket Betawi nantinya ada pada karakter warna serta icon kota Betawi yang sudah sangat dikenal seperti Monas (Monumen Nasional), dan Ondel-ondel," jelas istri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha SH MS M.  

Kedatangan Bamus Betawi dimeriahkan fashion show mini untuk memeragakan kain dan tenun songket koleksi karya Anna Mariana yang telah memiliki tenaga binaan 5 juta orang di seluruh Indonesia. Fashion Show yang dikemas kolaboratif dengan fashion dance, dan nyanyi tersebut dihadirkan oleh koreofrafer dan art director handal Ati Ganda. (imam)

 

Last modified on Tuesday, 03 January 2017
Read 1839 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru