Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Artis Ayu Azhari (47) terpanggil untuk ikut menjaga kebhinekaan dan hidup bertoleransi di Indonesia. Dia berdendang menyuarakan kata hatinya melalui lagu.

Hal tersebut dilakukan Ayu di panggung musik bertajuk To Create Tolerance and Peace Through Music di Music Room (Musro) Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat (20/1/2017). Dia ditemani anaknya Axel Gondokusumo, dan diiringi Devian Zikri Band. Selain Ayu tampil pula grup band legendaris dari Papua, The Black Brothers.

Menurut Ayu Azhari, bangsa Indonesia akhir-akhir mengalami ujian yang tidak ringan terkait munculnya sikap intoleransi yang mengarah pada penolakan para kebhinekaan Indonesia. Hal itu cukup mencemaskan Ayu Azhari karena mengancam NKRI yang terdiri dari ratusan etnik maupun kepercayaan. 

Mengenakan busana etnik NTT, Ayu yang menjadi Duta Etnik Tahun 2017 membawakan 12 tembang dari album rekaman lagunya. Album tersebut diperjual-belikan secara khusus melalui sistem online dan i-tunes. 

Dari lagu-lagu yang dibawakan oleh Ayu tersirat adanya kebhinekaan, karena lirik lagu menggambarkan sesuatu yang khas dari daerah tertentu, seperti lagu-lagu Pempek Lenjer, Gado Gado Jakarta, Siti Nurbaya dan Onde Onde Siput.

“Sebagai seniman, saya menghimbau, kita bisa berkarya yang menyatukan atau menciptakan suasana cinta kasih sayang, damai dan toleransi dari kesenian, tari, dan musik. Jadi kita punya budaya yang sangat beragam bhineka tunggal ika bertemu dalam budaya, dalam keberagaman. Jadi toleransi terjaga,” papar Ayu usai menyanyi.

Wanita kelahiran Jakarta, 19 November 1969 ingin menularkan pesan positif kepada semua orang. “Hidup ini tergantung kita. Kalau kita melihatnya indah, akan terasa indah. Tapi kalau kita melihatnya sumpek, ya jadi sumpek," ungkap Ayu menyitir syair lagu Hidup ini Indah, yang juga dinyanyikannya.

Selain lagu-lagu bernuansa keadaerahan, beberapa lagu lain berisi pesan positif untuk menyikai hidup yakni Over The Rainbow, Negeri pelangi, Hidup ini Indah, Sweet dream. Tapi yang penting dari semua itu yang ingin ditekankan Ayu adalah bagaimana pentingnya menjaga kebhinekaan, di tengah keragaman yang kita miliki.

“Dengan musik kita bisa bersatu satu hati, dan satu visi. Kita harus saling menghingatkan, saling menghimbau. Kita ini seniman, tidak pernah pensiun. Selalu memberikan pemikiran yang baik,” kata artis yang kini sedang melanjutkan pendidikan di sebuah universitas swasta, Jurusan Fisipol. 

Mengenai perannya sebagai Duta Etnik yang diberikan oleh sebuah komunitas, Ayu bertugas membantu pengrajin atau pengusaha UMKM untuk terus berkarya, membantu memasarkan memberi peluang dan memberi pengrajin peluang untuk terus berkarya.

“Dan sekarang saya tidak boleh lagi berpakaian sembarangan, walau tetap dalam fashion,” kata Ayu. (imam)

 

Last modified on Monday, 23 January 2017
Read 1965 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru