Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pemeran utama di film Iqro, Petualangan Meraih Bintang, Aisha Nurra Datau (12) memiliki talenta mengikuti ibunya, Sha Ine Febriyanti. Namun, dia lebih tertarik menjadi DOP (Director of Photography) seperti ayahnya, Yudi Datau.

“Aku main film ini untuk pengalaman aja. Penampilanku di sini belum ada apa-apanya juga, kayaknya,” kata Aisha kepada tabloidkabarfilm.com usai press screening film arahan sutradara Iqbal Fajri tersebut di Cinema XXI, Senayan City, Jakarta Selatan, Minggu (22/1/2017). 

Aisha memerankan tokoh Aqila, seorang murid sekolah SD yang menggemari benda-benda luar angkasa. Dia ingin membuktikan pada teman-temannya, bahwa Pluto bukanlah planet seperti tertulis di buku pelajaran sekolah.

Keinginan itu tidak tertalu sulit, karena sang kakek, Opa Wibowo (Cok Simbara) adalah seorang profesor astronomi, yang bekerja di tempat peneropong bintang Bosscha di Lembang, Bandung.

Persoalannya, Aqila diminta untuk bisa membaca Alquran, baru diizinkan meneropong dengan teropong utama di Bosscha. Proses itu dilalui dalam waktu liburan sekolah, dan Aqila berhasil melakukan syarat dari sang kakek. Akting Aqila cukup menarik, natural dan tidak kaku.

“Aku banyak diajarin sama Opa (Cok Simbara) di lokasi syuting, terutama bagaimana cara mengucapkan suara dengan jelas. Karena suaraku kan kurang jelas untuk menyebut a, i, u,” kata Aisha.

Kelahiran 31 Juli 2004 ini belajar akting di komunitas teater. Sehingga dia tidak mengalami kesulitan ketika menghapal dialog.  

“Aku ikut main teater, sama seperti mama. Kalau dibilang aku bisa memainkan karakter Aqila, karena aku selalu membaca script. Aku baca dan menghapalnya setiap mau tidur. Misalnya besok adegan apa, aku baca dulu malamnya,” ujar Aisha.

Keterlibatan Aisha di film produksi Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Salman Film Academy itu, karena ditawari oleh mamanya. 

“Mama yang pertama menawari ke aku untuk main film ini. Ya, aku coba aja untuk menjadi pengalaman. Lain kali, aku harus lebih baik lagi,” kata Aisha, yang mengaku selama 20 hari syuting harus minta izin dari sekolah. "Aku izin dari sekolah waktu syuting dan menginap selama 20 hari," lanjutnya.

Bakat Aisha didukung oleh kedua orangtuanya, yang aktif sebagai sineas dan penggiat teater. 

“Sebenarnya aku nggak terlalu suka main film. Aku malah tertarik jadi DOP (Director of Photography / juru kamera). Kayaknya, asik aja jadi DOP. Ada sesuatu yang gimana gitu,” kata Aisha. Film pertama Aisha tersebut akan tayang di bioskop mulai 26 Januari 2017. (imam)

 

Last modified on Monday, 23 January 2017
Read 1749 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru