Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Sineas yang film-filmnya mengangkat tema sosial dan perempuan, Lola Amaria juga penggemar jalan-jalan. Lola akrab dengan dunia kamera untuk syuting film, tetapi dia hobi memotret segala hal yang menarik menurut seleranya.

“Aku terbiasa bawa kamera kalau pergi, untuk ambil sesuatu yang keren, menurut aku lho, ya?” kata Lola Amaria dalam obrolan melalui telepon selularnya, Rabu (12/4/2017) pagi.

Perjalanan yang ditempuh oleh sutradara film Labuan Hati, Minggu Pagi di Victoria Park, Kisah 3 Titik, dan beberapa lainnya itu sudah melewati batas negara, dan benua. Entah berapa kali, dia diundang atau datang sendiri ke suatu negara, terkait urusan film.

“Ya, sering diundang ke luar negeri, karena film-filmku juga. Biasanya, lembaga-lembaga di negara-negara yang peduli dengan masalah sosial suka mengundangku untuk memutar film dan membahasnya di sana,” kata Lola.

Produser dari Lola Amaria Production ini tidak melewatkan waktu percuma saat berada di luar negeri. “Kalau ada pemutaran filmku atau ada acara lainnya, aku pasti sempatkan jalan-jalan di negara yang aku datangi,” katanya.

Kemudian Lola bercerita, suatu saat dirinya diundang oleh lembaga pemerintahan di Geneva, Swiss tahun 2013. Salah satu film yang dibuatnya, Kisah 3 Titik yang menceritakan tiga perempuan pekerja pabrik, diputar di negara bersalju tersebut.

“Dari sana aku sekalian ketemu teman yang tinggal di Lyon, Perancis. Jadi, selesai kerja langsung travelling,” jelasnya.

Perjalanan waktu itu juga menghampiri sejumlah lokasi wisata, termasuk ke pegunungan Alpen yang berbatasan dengan negara Italia, Swiss, dan Perancis. “Di kota Chamonix, Switzerland yang terletak di pegunungan Alpen itu aku banyak motret, salah satunya trem di pegunungan,” katanya.

Kini, foto hasil jepretan Lola Amaria tersebut masuk diantara 10 karya traveller, yang dipilih oleh produsen kamera Canon dalam sebuah ajang bertajuk "Parade Srikandi Foto Indonesia".

“Semua pesertanya dari Indonesia, dan fotoku itu terpilih juga. Lomba itu yang jelas ada kuratornya. Itu yang bikin aku senang, meski terpilih satu dari enam foto yang aku kirim,” kata Lola, yang fotonya diunggah ke Instagram @Canon.Indonesia.

Hadiahnya apa? “Lomba itu belum selesai sampai akhir April 2017, gak tau apa hadiahnya. Gak ada omongan juga dari panitia. Cuma aku di-mention lewat instagram,” kata Lola. Okelah, semoga menang. (imam)

Read 481 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru