Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Punya wajah indo menjadi berkah bagi Almira Chiquita (10). Gadis cilik berdarah Dayak, Kalimantan ini dapat peran di film "Nina, The Lost Soul" karya sutradara Bambang Drias.

Yang istimewa, Almira akan adu akting dengan Dara personel grup "The Virgin".

Film "Nina" yang diangkat berdasar kisah nyata itu akan mulai syuting 1 Agustus 2017 di Purwakarta, Jawa Barat. 

Almira, akrab disapa Kuci siap untuk berakting di film terbarunya setelah perannya di Jokowi Adalah Kita (2004). Saat itu usianya 7 tahun.

Dia berperan sebagai Marsya, bocah yang kemudian menjadi hantu di film terbarunya itu. Kuci mengaku senang dengan peran tersebut, terutama suasana di tempat syuting.

"Suasana syuting yang bikin aku senang. Seru aja, melihatnya," kata Kuci dijumpai di Trattoria, Gran Rubina, Jakarta, Selasa (4/7/2017) petang. Dia ditemani Alia, ibunya.

Di film genre thriller tersebut juga dihadirkan pemain lainnya, Jesica Mila, Dinda Kirana, dan lainnya. 

"Aku pernah main film, jadi tahu rasa capeknya. Tapi, aku ditemani sama mama, jadi kalau capek atau perlu apa-apa tinggal bilang," kata pehobi renang, surfing, dan traveling.

Selain itu kemampuan akting bocah kelahiran Jakarta, 10 Januari 2007 ini juga menjadi hal penting yang dinilai oleh tim rumah produksi dari Apple Cross. 

Kemampuan akting Kuci diasah lewat belajar otodidak. "Dia suka meniru adegan di film kalau saya ajak nonton di bioskop atau tivi. Kemudian dia merekam sendiri di handphone. Belajar khusus didapat Kuci dari pelatih (acting coach) saat proses reading," kata Alia.

Hal senada diungkapkan oleh Bambang Drias, sutradara yang ikut memoles Kuci dalam olah seni peran dan penampilan. 

"Kami memang butuh pemeran anak berwajah indo, tetapi dia juga harus bisa berakting. Kuci bisa diarahkan untuk perannya," kata Bambang yang sebelumnya menyutradarai film The Promise, Romansa Gending Cinta di Tanah Turki, dan Erau Kota Raja.

Selain itu, Kuci sudah sering tampil di sinetron maupun film pendidikan, seperti Samson dan Delilah, Sahabat Langit (produksi Kemendikbud), Ibuku Penjual Jamu Gendong (Kemenpora), dan lain-lain. 

Tahun ini, Kuci siap menjalani syuting tiga judul film layar lebar, termasuk "Nina, the Lost Soul" yang dibiayai investor dari Perancis, Shariff Narayanin.

Film Nina, the Lost Soul mengisahkan kejadian misterius di acara reuni sebuah sekolah SMU, dimana diantara pelajar itu berdarah campuran Indonesia dan Perancis (indo). (imam)

Last modified on Saturday, 08 July 2017
Read 694 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru