Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Rencana Falcon Pictures membuat ulang film "Benyamin: Biang Kerok" (BBK) mendapat tanggapan positif dari H Syamsul Fuad (81), penulis cerita dan judul film "Benyamin Biang Kerok" (1972).

"Saya senang dan menghargai produser Falcon Pictures mau bikin versi baru film Benyamin: Biang Kerok. Itu akan menghidupkan karakter Benyamin S," kata Syamsul di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (22/11/2017) sore. 

Syamsul Fuad merupakan sineas senior yang sejak tahun 1960an aktif di film. Dia dekat dengan sejumlah tokoh perfilman antaranya almarhum H Usmar Ismail.  

Kedekatan Syamsul dengan "Bapak Perfilman Nasional" H Usmar Ismail itu adalah ketika syuting film Ananda (1970).

"Waktu pak Usmar memproduksi dan menyutradarai film terakhirnya Ananda, saya jadi asisten sutradara," ungkap Syamsul. Sebelumnya, pada tahun 1969 Syamsul bermain di film Big Village yang juga disutradarai Usmar Ismail melalui rumah produksi PT Perfin. 

Meski menyambut baik produksi film BBK yang diperanutamakan aktor Reza Rahadian, menurut Syamsul akan lebih elok jika pihak produser bersilaturahmi dengannya. 

"Perwakilan Falcon, pak Oddy sudah menemui saya. Dalam pertemuan itu, saya akan dipertemukan dengan Executive Produser Falcon Pictures, HB Naveen. Tapi sampai hari ini belum ada kabar lagi," jelas Syamsul tentang pertemuan pada 10 November lalu. 

Rencana Syamsul jika bertemu produser Falcon, ingin mengajukan beberapa hal terkait judul film tersebut. 

"Saya akan meminta supaya cantumkan nama saya di credit tittle sebagai penulis cerita dan ide pembuat judul film. Sebagai pembuat judul Benyamin: Biang Kerok saya akan minta hak ekonomis," papar Syamsul. 

Menurut Syamsul, judul Benyamin: Biang Kerok dibuat sejak masih dalam bentuk tulisan cerita. 

"Saya buat naskah film itu, lalu bikin judulnya dalam perjalanan penulisan. Saya membayangkan karakter pemeran yang cocok, ya Benyamin," katanya. 

Sambil melanjutkan penulisan naskah itu, Syamsul berupaya membujuk Benyamin agar mau menjadi pemeran utama. 

"Awalnya dia menolak, tapi saya bujuk dan bilang ke dia: Lu main film jadi peran pembantu terus, sekali-sekali lu jadi pemeran utama dong. Akhirnya dia mau. Benyamin Biang Kerok menjadi film pertama Benyamin sebagai pemeran utama," jelas Syamsul, yang saat itu juga sebagai wartawan Harian Poskota

 

Kotoran manusia

Satu hal yang menarik dari proses pembuatan cerita BBK menurut Syamsul Fuad adalah dia bermimpi memegang kotoran manusia. 

"Maaf ya, waktu buat naskah cerita BBK saya sempat mimpi memegang kotoran manusia. Kata orang, itu tanda dapat rejeki besar. Nyatanya film itu memang sangat laris di tahun itu," kisah Syamsul dengan semangat dan bergetar. 

Naskah cerita yang kemudian dia sodorkan ke sutradara Nawi Ismail itu pun langsung diterima. 

"Padahal berkali-kali saya bikin naskah cerita sebelumnya selalu ditolak oleh pak Nawi Ismail," kenang Syamsul. 

Seperti diketahui, Executive Produser Falcon Pictures HB Naveen dalam siaran persnya mengklarifikasi film Benyamin S: Biang Kerok bukan film daur ulang. Cerita yang ditampilkan film tersebut semua baru dan ditulis oleh Bagus Bramanti. 

Selain itu, Falcon Pictures juga telah membeli film Benyamin: Biang Kerok yang diproduksi tahun 1972, sejak tahun 2010. 

Pihak Falcon juga berencana untuk menjalin silaturahmi dengan pihak terkait judul film, termasuk dengan Syamsul Fuad sebagai penulis cerita. (imam

Last modified on Wednesday, 22 November 2017
Read 174 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru