Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Eksistensi Raffi Faridz Ahmad (31) di dunia entertainment seakan tidak pernah surut. Memasuki tahun 2018, pria asal Bandung ini mendirikan perusahaan RA Pictures dan langsung membuat 6 film!

"Ini film ketiga RA Pictures. Masih ada tiga film lagi siap tayang tahun 2018," kata Raffi Ahmad dijumpai saat peluncuran trailer dan poster film 13 The Haunted di Queens Head Cafe, Kemang, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Film horor arahan sutradara Rudi Soedjarwo itu bakal tayang di bioskop mulai tanggal 26 Juli 2018.

Sebagai penggiat dunia hiburan sejak tahun 2000an, Raffi Ahmad tidak hanya muncul di sinetron, film dan iklan, namun juga masuk dapur rekaman lagu sebagai penyanyi hingga jadi presenter.

Acara variety show musik "Dahsyat" RCTI adalah satu dari beberapa program televisi berbeda, yang sukses dipandunya. 

Praktis, hampir seluruh profesi di ranah entertainment dilakoni oleh suami artis Nagita Slavina ini. 

Dengan modal pengalaman bekerjasama dengan banyak orang film, Raffi langsung menghadirkan enam film di tahun pertama. 

Berikut wawancara tabloidkabarfilm.com dengan artis yang pengusaha tersebut:

Sudah siap-siap putar kemudi, dan beralih profesi jadi produser? 

Ini bukan perubahan profesi karena saya sudah bikin film bareng Irwansyah, pas waktu itu saya kena di BNN. Jadi, urusan film saya lepas. 

Dunia entertainment membesarkan saya dengan porsi berbeda. Ada yang bilang saya artis, alay, dan lainnya itu bukan masalah. Karena, semua itu bagian dari industri. 

(Raffi menjelaskan sekilas perjalanan karirnya, yang sejak SMA telah mencoba semua profesi).

Sekarang lagi kepingin main di belakang layar, sebab sewaktu saya jadi aktor,banyak bekerjasama dengan puluhan sutradara. Saya ingin gabungkan berbagai elemen, misalnya di film ini kerjasama dengan mas Rudi Soedjarwo dimana 10 tahun lalu saya disutradarai.

Saya ingin mencocok-cocokkan jenis film, dengan sutradaranya. Misalnya Hani Saputra bikin film apa, Fajar Bustomi cocok film apa dan seterusnya.

Jadi gak ada produser yang hebat, yang ada super team yang solid dalam bekerja di satu squad. 

Bisnis ini semata berorientasi profit atau ada hal lainnya? 

Semua dunia bisnis butuh profit, tapi saya bukan semata bekerja untuk mengejar profit. Misalnya, saya bikin film "13 The Haunted" ini sangat sulit mengumpulkan para pemain dari lintas jaman, dimana yang muda-muda sangat sulit dirangkul karena kesibukannya. Dan, belum tentu juga saya bisa kumpulkan mereka di lain waktu. 

Bagaimana anda tertarik ke bisnis peoduksi film? 

Untuk menjadi produser belajarnya cukup panjang. Selama saya jadi pemain 15 tahun lalu, itulah kuliah saya untuk menjadi produser film. Waktu jadi presenter tivi, saya pelajari bisnisnya. 

Saya pernah dihire beberapa PH seperti MD Pictures, Rapi Film, dan lain-lain. Saya pelajari soal tata produksi dan lainnya di sana. 

Anda terbilang baru di usaha ini, dan langsung melejit bikin enam film. Bisa jadi ancaman PH besar? 

Kalau dibilang mengancam PH besar, gaklah. Saya masih belajar sama mereka. Kalau rejeki, ada saja. Sudah ada yang mengatur. Saya sendiri gak berfikir akan menghantam PH-PH besar. 

Saya hanya berupaya membuat satu wadah baru, dimana saya berekspresi dengan karya yang sesuai dengan style yang baru. 

Untuk ide cerita dan kreatif datang dari siapa? 

Ide kreatif selalu datang dari saya, dan sangat relatif. Misalnya setahun dua film, atau enam film bisa. Sebab, ide kreatif itu semacam wangsit. Makanya saya bikin film nggak bisa dipaksa-paksa. Di sini saya bisa dibilang agak idealis. 

Untuk satu film, saya harus mencoba terus siapa cocok di film apa. Untuk film ini (13 The Haunted) saya sampai enam bulan untuk mencocokkan pemain, dan sutradaranya. Tetap industri pijakan saya, tapi lebih santai. 

Tahun ini saya punya enam film The Secret, Dimsum Martabak, dan 13 The Haunted dan tiga lagi, karena kita mulai dari pertengahan tahun. Tahun depan targetnya lebih banyak lagi, tapi tergantung kekuatan materi film yang ada juga.

Nama dan popularitas anda menjamin film laku?

Nama saya bukan jaminan pasar film akan laku. Saya di sini berusaha mencoba tidak menggunakan nama Raffi Ahmad-nya karena saya besar bukan di film. Tapi modal link saya cukup luas jangkauannya, dari yang junior sampai senior, itu yang saya 'manfaatkan'. 

Untuk film, saya lebih sebagai thingking maker dan ini berbeda dengan ketika saya di tivi dimana saya harus ikuti industrinya. 

Saya pingin juga membangun sisi idealisme di sini, membuat karya-karya sendiri yang berbeda.

Untuk ide kreatif saya yang handle, tapi kalau urusan manajemen, saya gak mampu sendirian makanya dibantu manajer supaya pengeluaran anggaran tidak bablas. 

Apakah RA terbuka untuk yang ingin bergabung? 

Siapapun bisa bergabung dengan RA Pictures. Dari manapun dia, orang baru atau lama asalkan punya CV yang bisa kita sesuaikan. Kita sangat terbuka. 

Selama ini saya lihat ada yang membeda-bedakan antara orang film, tivi, presenting dan lainnya. Nah, saya mau membaur-baurkan semua potensi. Seperti di luar negeri, setiap aktor bisa dari profesi presenter atau orang tivi. 

Dibatasi atau tanpa limit biaya yang disiapkan tiap satu produksi? 

Budget produksi setiap karya harus punya batas yang proporsional. Misalnya saya kepingin banget bikin film perang, budgetnya bisa diatas 25 Miliar. Nah, itu gak proporsional kalau kita yang bikin. 

(Raffi menyebut film Rafatar yang budgetnya melambung. Tapi dari kesalahan itu dia mengambil hikmah dan terus belajar). 

Yang pasti, setiap film yang saya bikin tidak pernah rugi. 

Film istimewa apakah yang akan dibuat tahun depan? 

Film yang lagi disiapkan pembuatannya di awal tahun 2019, yaitu tentang tokoh inspiring dari dunia sport. (teguh imam suryadi

 

Last modified on Wednesday, 04 July 2018
Read 250 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru