Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

ARTIS Atiqah Hasiholan (32) semakin matang dalam menyikapi sebuah peran. Dia menjadikan film sebagai guru bagi kehidupannya. Hal itu dikatakan Atiqah saat syukuran produksi film 3 Nafas Likas di Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Di film tentang seorang wanita bernama Likas, pendamping hidup pejuang di Sumatera Utara, Djamin Ginting itu, Atiqah menjadi bintang utama. Artis kelahiran 3 Januari 1982 pun berusaha masuk ke dalam jiwa Likas.

“Dari kehidupan yang dijalani Ibu Likas, saya belajar bagaimana tidak menjadi egois dan abai terhadap orangorang yang kita cintai,” kata Atiqah.

Kisah Likas difilmkan oleh sutradara Rako Prijanto. Atiqah berperan sebagai Likas. Film mengambil setting waktu 1930 hingga 2000.

Likas adalah sosok perempuan Batak Karo yang mendobrak tatanan adat yang ada. Menurut adat di masa lalu, peran perempuan banyak terpinggirkan, tetapi Likas justru bergerak meneruskan cita-cita tiga pria yang dicintainya, yaitu ayah, kakak, dan suaminya. Hidupnya sukses sebagai pengusaha karena ia menjalankan amanat ketiganya.

“Terkadang kita egois menjalankan keinginan kita sendiri dan mengubur cita-cita orang lain yang sudah mati,” kata Atiqah.

Ibu Likas masih hidup sedangkan suaminya, Djamin Ginting, pejuang yang menentang pendudukan Belanda di Batak Karo, meninggal di usia 55 tahun. Atiqah banyak belajar tentang sosial-budaya masyarakat Batak Karo, dari tahun 1930-an hingga 2000-an.

“Perempuan Karo beda banget. Secara budaya dan dialog, mereka sangat berbeda dengan Melayu. Saya belajar sesuatu yang baru,” ujar Atiqah Hasiholan. (kf/imam)

 

Last modified on Friday, 25 April 2014
Read 2308 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru