Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

FILM tak lepas dari unsur tata suara (audio) yang mengantarkan alur cerita. Di sinilah kreator audio visual harus menciptakan atmosfer film. Organisasi Indonesia Movie Picture Audio Association hadir untuk mempertegas pentingnya illustrator musik dan tata suara di film.

IMPAct dideklrasikan di Jakarta awal September 2013 bersama sejumlah asosiasi profesi perfilman lainnya yang menamakan diri Indonesian Movie Pictures Association (IMPASS).

Untuk mengenal lebih jauh tentang IMPAct, Teguh Imam Suryadi mewawancarai Tya Subiakto (34) selaku Ketua IMPAct. 

Tya Subiakto adalah composer, dirigen, dan penata musik berprestasi.  Penghargaan Penata Musik Terpuji untuk film Sang Pencerah  diraihnya pada Festival Film Bandung 2011. Tahun 2013, Tya menggarap musik beberapa film, salah satunya Soekarno: Indonesia Merdeka.

Wawancara berl;angsung di studio sekaligus rumah ibu dua anak ini, di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan medio Desember 2013. Berikut ini petikannya:

Apakah IMPAct dan seberapa penting kehadirannya?

Impact adalah Indonesia Movie Picture Audio Association yang mewadahi semua profesi audio di film. Kami memiliki tiga sub bidang yaitu sound recording, post pro audio, dan musik film.

Unsur audio (suara) berperan sangat penting dalam semua film. Audio apapun namanya baik di post production, tata suara dan tata musik. Berangkat dari sinilah, kami sepakat membentuk IMPact, dimana kami bicara dalam bahasa audio, sehingga bisa mencapai standard profesionalisme yang sama. 

Dalam film, audio sangat penting untuk mengantar alur cerita. Namanya juga audio-visual, yang lebih dulu kan audionya. Jadi di dunia perfilman, lembaga seperti ini wajib ada.

Siapa saja yang menjadi target kehadiran IMPAct?

Diharapkan, IMPact menjadi wadah bagi semua pekerja audio film dan musik film. Kami akan mengedukasi keprofesionalan kami ke produser. Semoga dengan berdirinya IMPact tercapai standarisasi profesi untuk menambah harum nama bangsa Indonesia.

Apakah awam masih mengutamakan film dibandingkan audio?

Tidak semua orang menilai seperti itu. Malah sekarang banyak yang  orang yang menghargai sound recording. Mereka mempelajari sampai ke bagian dalamnya. Makanya Impact hadir untuk mengedukasi dan sosialisasi, menjelaskan bahwa audio penting.

Selain produser, siapa sasaran edukasi IMPAct?

Sebenarnya kami lebih utamakan klien, atau pengguna film, seperti bioskop. Edukasi ini juga kepada soal standarisasi di bidang audio, karena selama ini end result kita memang harus standard. Setidaknya, standard dengan film-film luar.

Selain itu, banyak yang ingin belajar membuat music scorring, dubbing, dan lain-lain. Nah, IMPAct hadir untuk menjawab pertanyaan mereka, sekaligus memberi  arahan. Tetapi, secara internal kita juga mengedukasi ke dalam. Sehingga nantinya, kita menjadi sebuah komunitas yang sangat luas.

Berapa anggota IMPact saat ini?

Anggota kami cukup massif. Saat ini ada 51 orang.  Kami terbuka  sambil memberi kesempatan anggota baru yang muda-muda untuk bergabung. Mereka adalah para profesional, yang karyanya terdapat di film yang tayang di bioskop.

Apa manfaat menjadi anggota organisasi ini?

Keuntungan menjadi anggota IMPAct, pertama sudah pasti memiliki suara ke pemerintah. Karena kami bersama induk organisasi Indonesia Movie Pictures Association ingin memberikan kontribusi, menyuarakan aspirasi ke pemerintah.

Kedua, antaranggota dapat saling share ilmu. Ke depan, program IMPAct adalah memungkinkannya supplier-suplier kita memberi diskon.  Ketiga, soal edukasi tadi yakni mendatangkan musisi dan praktisi luar untuk memberikan workshop.

Apakah sistem audio film kita memiliki standard?

Secara umum sebenarnya sudah cukup baik. Hanya memang perlu introspeksi diri untuk meningkatkan standard. Jangankan Impact, secara pribadi saya pun merasakan dalam suatu titik, saya harus introspeksi atas karya saya.

Misalnya apakah sudah cukup meng-enhance dalam film, unsur dramatik konten di dalamnya. Dan jangan lupa kita harus melihat tren. Misalnya, tahun depan (2014) selera penonton kemana sih? Jadi, harus pahami juga target market, karena hal itu yang akan juga mempengaruhi treatment kita terutama treatment audio. 

Seperti apa tren audio pada tahun 2014?

Mostly, sepertinya masih banyak model minimalis meski kita  tidak tahu Hollywood mau buat seperti apa. Apakah (Hollywood-red) memakai pola membiarkan alur visual, kemudian membiarkan alur audio-nya pelan-pelan jalan. 

Soal standar teknis, sudah keluar perangkat standar Pro Tools HD11 (software audio visual) yang mungkin akan berkembang lagi. Belum lagi ada Steinberg mengeluarkan Cubase 7, Windows sudah keluarkan serie 6. Nah, yang seperti ini kita harus paham. 

Untuk aplikasi Anda sendiri pakai yang mana?

Sebenarnya pemakaian itu tergantung masing-masing. Tapi rata-rata di sini kita pakai Pro Tools HD11.**

Foto lainnya: 

Last modified on Tuesday, 11 March 2014
Read 3032 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru