Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Rumah produksi PT Cinema Delapan bersama Reload Pictures mempercayakan sutradara Rudi Soedjarwo untuk mengemas film tema anak-anak berjudul Pasukan Kapiten. Berlatar kekerasan di kalangan anak-anak yang menyebabkan anak takut mengeluarkan pendapat, film ini mengungkapkan berani karena benar, tetapi tidak semua berani mengutarakan kebenaran itu.

Pasukan Kapiten adalah film hiburan keluarga yang penuh pesan moral tentang persahabatan, keberanian, kekeluargaan, serta mengajarkan anak-anak, untuk "Berani Karena Benar" melawan kekerasan.

“Yang ada di balik layar film ini adalah orangtua yang peduli terhadap perkembangan generasi muda Indonesia. Cita-cita kami sama, ingin punya generasi penerus yang pemberani, tidak mudah menyerah, dan berprestasi. Saya melihat Rudi sebagai bapak yang peduli dengan perkembangan anak-anak Indonesia dan ia punya misi sosial yang sama. Itu sebabnya Rudi kami tunjuk sebagai sutradara,” jelas Reni A. Daniel, Eksekutif Produser Pasukan Kapiten di Gandaria City, Jakarta, Minggu (2/12/12).

“Dalam film ini, anak-anak diajarkan agar kekerasan tidak dibalas dengan kekerasan, makanya slogan kita adalah `Jangan Pakai Otot, Pakai Otak`,” Reni, menambahkan.

Melawan Kekerasan

Misi mulia Pasukan Kapiten adalah untuk melawan bullying. Alfani Wiryawan, Produser Pasukan Kapiten mengatakan, “Kekerasan di kalangan anak muda sudah kelewat batas. Karena itu kami berkampanye melawan kekerasan melalui film ini. Film dipilih karena karena bahasa visual pasti lebih mudah dipahami anak-anak.”

Menurut Fani, demikian wanita ini disapa, “Cerita film ini sangat sederhana. Saya berharap anak-anak bisa mengambil hikmah di balik kisah ini,” katanya.

Tantangan untuk Rudi adalah mencari pemain yang cocok memerankan karakter untuk filmnya kali ini. Ia dan tim menggelar casting dan memilih pemain-pemain baru. Alhasil, Cahya Saputra, Omar Esteghlal, Adrina Puteri Syarira, dan Bintang Panglima, dipercaya menjadi para pemain utama film ini.

“Bagian terberat dalam film ini memang saat casting. Tapi saya senang mengarahkan para pemain baru, rasanya seperti sama-sama belajar. Dengan memilih pemain baru pun saya bisa membuka peluang untuk talenta yang tersembunyi,” ungkap Rudi.

Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2004 ini juga berharap, para pemain baru ini bisa memberi inspirasi bagi kaum muda untuk meningkatkan prestasi mereka di segala bidang dan memberikan mereka kegiatan positif.

“Anak-anak muda ini mendapat kesempatan untuk menuangkan ekspresinya dengan cara yang menyenangkan. Dengan demikian, mereka tidak lagi memikirkan tawuran atau melakukan kekerasan,” jelas Rudi.

Film yang sebagian besar menggunakan lokasi syuting di luar ruangan ini dikerjakan dalam waktu 15 hari. Semua pengambilan gambar dilakukan di daerah Rawasari dan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Semua persiapan pun dilakukan di luar ruang. Latihan pun langsung di lokasi. Tujuannya agar anak-anak ini tidak kaget dan bisa mendalami suasana setting,” kata Rudi.
Film ini didukung pula oleh musisi Pongki Barata sebagai pencipta lagu soundtrack berjudul Pemberani, yang dinyanyikan oleh grup band Juliette. (kf)

Last modified on Wednesday, 05 March 2014
Read 1420 times
Rate this item
(0 votes)
шаблоны joomla на templete.ru