TV & PH

Rapi Films produksi #Modus adaptasi karya Youtubers

Jelang tutup tahun 2015, Rapi Films mempersiapkan film terbaru berjudul #Modus. Film komedi romantis ini disutradarai Fajar Bustomi. Syukuran produksi #Modus berlangsung di kantor Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015).

“‎Syukuran ini diadakan karena film #Modus  mulai syuting Sabtu, 26 Desember 2015. Sebenarnya dijadwalkan syuting Januari 2016, tapi karena bentrok dengan jadwal pemain, harus kita majuin,” kata Fajar Bustomi.

#Modus diambil dari judul Youtube SkinnyIndonesia24 digawangi oleh Andovi dan Jovial da Lopez yang turut menjadi aktor utama di film ini. Filmnya mengisahkan tentang Dovi, yang selalu gagal dalam urusan percintaan, sementara sang kakak Jovi, justru bernasib sebaliknya. Akhirnya Dovi pun belajar dari sang kakak bagaimana caranya untuk menggaet lawan jenis.

Selain Dovi dan Jovi, film‎ #Modus juga melibatkan Melayu Nicole dan Kemal Palevi di dalamnya. Direncanakan, film ini akan melakukan pengambilan gambarnya di Jakarta dan Lombok.

"Film ini akan syuting di Jakarta dan Lombok, kalau di Lombok kita bisa ambil visualnya yang bagus-bagus. Selain itu sih ceritanya lebih ke komedi aja sih, kebetulan naskahnya ditulis sama Jovi," tutup sutradara yang pernah menggarap film Remember When (2014). (imam)

 

Foto Lainnya:

Read more...

Oreima Films luncurkan trailer film Terjebak Nostalgia

Trailer film Terjebak Nostalgia yang menghadirkan penyanyi Raisa Andriana dan aktor Chicco Jerikho diluncurkan. “Film ini seperti romansa antara Jakarta dan New York," kata Raisa di acara peluncuran trailer film pertamanya tersebut di Jakarta, Senin (14/12/2015).

Read more...

Wiro Sableng karya ayah Vino Bastian segera difilmkan

Setelah Pendekar Tongkat Emas dibuat oleh Miles Films tahun lalu, kini pendekar silat Wiro Sableng segera difilmkan. Penggarapan tokoh fiksi tersebut siap dikerjakan oleh PT LifeLike Pictures.

Read more...

Film Single, gaya ungkap verbal minim lelucon

Menempatkan sutradara sebagai penulis sekaligus pemain di film komedi adalah pilihan. Jika penonton tidak mendapat kesan lucu, lain urusannya. Kesulitan seorang kreator mengelaborasi situasi kreatif ini tampak jelas di film Single, produksi Soraya Intercine Films.

Read more...

ASR Pictures dan Yayasan Tri Kusuma Bangsa garap "Nama"

Rumah produksi ASR Pictures bekerja sama dengan Yayasan Tri Kusuma Bangsa menyiapkan film berjudul Nama.

Read more...

Narz Entertainment hadirkan Oops! Ada Vampir!!

Film layar lebar genre horor komedi, Oops! Ada Vampir!! menandai kiprah rumah produksi Narz Entertainment di dunia film. Disutradarai Arie Azis, film produksi perdana ini mengisahkan sosok vampir jelmaan jenazah yang hidup kembali.

Read more...

Penonton Warisan Olga tertawa dan menangis histeris

Film terbaru produksi Rapi Film berjudul Warisan Olga mendapat sambutan histeris penonton saat gala premiere di Studio XXI Plaza Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2015).

Read more...

Tu7uh Rumah Produksi siapkan film ‘2 Batas Waktu’

Tu7uh Rumah Produksi siap menggarap film perdana berjudul 2 Batas Waktu yang terinspirasi dari kisah nyata Tiara, pekerja di dunia hiburan dan pengalaman spiritualnya.

Tahun 2004 Tiara mengalami kejadian aneh menyangkut roh, yang selalu mengikuti, bahkan mengajak dirinya pada kebaikan-kebaikan. Situasi ini menggaggu dirinya yang tidak percaya pada fenomena itu, sehingga dia dianggap sakit jiwa oleh orang di sekitarnya.

Sampai suatu waktu, dia bertemu dengan seorang ustad yang memberinya pemahaman dan membuatnya mulai percaya pada hal gaib.

Film ini akan digarap oleh sutradara Irwan Siregar yang memiliki jam terbang membuat film horor Rumah Pondok Indah (2006), Tapi Bukan Aku (2008), Rumah Bekas Kuburan (2011), Main Dukun (2014), Miss Call (2015) dan Aku Cinta Kamu Titik (2015), dan Miss Call (2015).

Menurut Irwan Siregar, film 2 Batas Waktu merupakan film tersulit baginya. "Ini film tersulit yang saya kerjakan selama ini", katanya usai syukuran dan press conference film ‘2 Batas Waktu’ di Pancawati Village Bogor, Minggu (8/11/2015).

Agar tidak keluar konteks keagamaan, sang sutradara banyak melakukan konsultasi kepada tokoh-tokoh agama dan spiritual, untuk dapat memahami fenomena roh. "Saya konsultasi dengan tokoh agama dan spiritual agar tidak keluar rel, " ungkapnya.

Film yang mengambilan gambarnya di Jakarta dan Jawa Barat ini, selain akan diedarkan secara nasional, juga akan diputar pada sejumlah negara Asia dan diikutkan dalam sejumlah festival film di luar negeri.

Proses syuting film ini dimulai pada 9 Noverber 2015, dijadwalkan selama 14 hari kedepan dan jika tidak ada aral melintang rencananya film ini akan tayang di seluruh bioskop seluruh Indonesia pada Februari 2016. (imam}

Read more...