Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Indonesia mencatatkan diri sebagai Negara pertama pembuat film bioskop berbasis smartphone. Film “Cai Lan Gong” produksi Rexinema berdurasi 86 menit direkam menggunakan Samsung Galaxy Note4 dan Galaxy Note5.

Cai Lan Gong (Buyut Jelangkung) merupakan karya sutradara David Poernomo dan dibintangi Ronny P Tjandra, Anthony Xie, Ineke Valentina, Putri Ariani, Vien Febrina, dan lain-lain. 

"Ini film bioskop pertama di Indonesia dan dunia yang direkam dengan kamera smartphone. Durasi film feature standar internasional minimal 80 menit, makanya film ini masuk feature film dengan total 86 menit," ujar Derryl Imanalie, produser usai press screening film Cai Lan Gong di Studio XXI, Setiabudi Building, Jumat (16/10/2015).

Dalam kesempatan tersebut, hadir sutradara David Poernomo yang semula ragu mendapat tawaran syuting menggunakan kamera smartphone. 

"Saat ditelepon Derryl, saya menerima ide cerita film ini. Tapi begitu dikasih tahu kalau syutingnya nanti pakai smartphone, saya kaget nggak percaya," kata David yang merupakan kakak sutradara Jose Poernomo.

Untuk menyakinkan diri, David pun mencoba aplikasi smartphone dengan membuat video pendek yang diputar di layar bioskop. "Tes pertamakali dilakukan bulan Januari 2014. Saya mencoba pakai DCP saat pemutaran di bioskop Cinema 21 ternyata bisa. Akhirnya dibuatlah film ini," katanya.

Selain menyutradarai, David juga menulis skenario film yang diangkat dari keyakinan dan legenda masyarakat Cina tentang roh para leluhur yang tersimpan dalam dalam keranjang. 

Diakui oleh David, saat pertama syuting dia sempat janggal menggunakan kamera smartphone. "Hari pertama syuting saya kuatir dengan memori dan baterai. Tetapi, di hari ketiga saya sudah lupa syuting film pakai kamera apa. Fokus saya ke pemain setelah itu," jelasnya.

Secara teknis, syuting menggunakan kamera smartphone bisa lebih efektif. Namun tidak signifikan dalam hal pengeluaran biaya produksi. 

“Seluruh gambar direkam dengan format 4K (resolusi standar bioskop) sama seperti pakai kamera Red Cam yang juga 4K. Jadi dengan 30 gigabyte hanya dapat 20 menit,” kata Derryl Imanalie seraya menyebut biaya produksi yang dikeluarkan tidak lebih dari Rp5 Miliar.

Pencapaian dari Rexinema ini, menurut Deryyl diharapkan akan menular ke para pembuat film muda lainnya. 

“Budget dan dan sistem produksi sebenarnya tidak berbeda dengan syuting pakai kamera standar. Intinya Rexinema ingin menunjukkan kepada pembuat film di Indonesia, yang sangat banyak dan kreatif itu, bahwa mereka bisa melakukan hal yang sama seperti kami untuk membuat film pakai smartphone,” jelas Derryl yang mendapat suupport dari produsen smartphone Samsung.

 

Sinopsis “Cai Lan Gong”

Ada sebuah legenda di Tiongkok beradab silam, yang masih dipercaya sampai saat ini. Legenda tersebut tentang pria malang bernama Chen Jun di desa Yong Tai di wilayah Wu Tong.

Seiring  bertambahnya usia Chen Jun, tubuhnya malah semakin menyusut. Menyusut terus sampai sebesar anak balita sehingga membuatnya sulit berjalan. Chen Jun diurus oleh tetangganya bermarga Xian. 

Keluarga Xian membuat sebuah keranjang sebagai alat untuk membawanya ke mana-mana. Penduduk desa menyebutnya Cai Lan Gong (Kakek Keranjang Sayur). Keluarga Xian dari generasi ke generasi mengurus si Kakek, sampai si Kakek meninggal di usia 444 tahun. Dan keranjang bekas si Kakek dipercaya memiliki kekuatan gaib

An Yi (Vien Febrina) tinggal di desa Yong Tai. Kecantikannya yang tidak pernah pudar membuat para penduduk yakin bahwa An Yi adalah penyihir jahat. Mereka memutuskan untuk membunuhnya dengan cara digantung di gapura desa. 

Tapi saat kritis, muncullah Shifu Xian Min (Elkie Kwee), seorang pendekar dan ahli masalah spiritual, yang mengatakan bahwa wanita penyihir ini harus mati dengan cara dibakar. An Yi mati dengan cara yang mengenaskan. Arwah An Yi yang penasaran, segera dikuasai Xian Min dan dimasukkan ke dalam keranjang. Keranjang berisi arwah tersebut dikuasai dan diwariskan secara turun temurun dan terbawa sampai ke Indonesia.

Sekarang keranjang tersebut dipelihara oleh Xian atau yang dipanggil A Kung (Ronny P.Tjandra). Tapi A Kung tidak bisa mewariskan keranjang Cai Lan Gong kepada putrinya Yin Ma (Ika Kartika), karena Yin Ma telah menikah sebelum berusia 21 tahun. 

A Kung berniat menurunkan ilmunya untuk menjaga Cai Lan Gong kepada cucu perempuannya Aileen (Ineke Valentina). Dengan dibantu olh asistennya, Chandra (Anthony Xie), A Kung melaksanakan upacara Xuan Wo, untuk memohon restu kakek buyutnya. 

Sekali dalam setahun, pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan Cina, arwah An Yi harus dikeluarkan dari keranjang. Dan itu momen yang tepat untuk menurunkan kekuasaan memelihara Cai Lan Gong pada Aileen. Tapi upacara tersebut gagal total karena Chandra yang bekerja-sama dengan Shifu Pei (Burhan Salim) menyabot upacara sehingga A Kung terluka dan harus dirawat di rumah-sakit.

Sementara itu Chandra bersama Aileen dan ditemani oleh seorang fotografer cantik Mary (Putri Ariani) dan temannya, Rama (Rezca Syam) berupaya mencari jalan untuk meredam arwah An Yi yang murka. Tapi rupanya Chandra memiliki rencana lain sehingga situasi semakin tidak terkendali. (imam)

Foto Lainnya:

Last modified on Sunday, 18 October 2015
Read 4083 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru