Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film produksi perdana Onasis Media Intertainmen (OMI) bertajuk Ibu, Maafkan Aku memasuki babak baru. Bertempat di Studio 1 Cinema XXI, Djakarta Theatre pada Selasa (25/10/2016), resmi diluncurkan poster, trailer dan Original Sound Track film arahan sutradara Amin Ishaq itu.

Acara diawali dengan pemutaran trailer film, dilanjutkan press conference dihadiri artis pemeran seperti Christine Hakim (sebagai Ibu Hartini), Meriza Febriani (Gendis), Ade Firman Hakim (Banyu), Rezka Hisyam (Panji), H Imam Suharyadi (Eksekutif Produser), Abdullah Faiz Alkaff (Produser), Amin Ishaq (sutradara), dan Andi Rianto (penata musik).

Trailer berdurasi sekitar 2 menit menampilkan highlight adegan film arahan sutradara Amin Ishaq. Sekilas beberapa shot sosok ibu Hartini, seorang buruh kasar pemecah batu kali. Dialah tokoh utama, janda dengan tiga anak, Satrio, Gendis dan Banyu.

Kawasan bertebing batu di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi bagian lansekap panorama yang tak hanya menyiratkan kerasnya kehidupan di sana, namun menawarkan pula keindahan di sisi lainnya.

“Panorama alam, seni budaya jatilan (kuda lumping), sampai topeng panji yang sangat terkenal di Gunung Kidul sampai ke mancanegara, dan nilai-nilai lokal juga menjadi latar film ini,” kata Amin Ishaq, sutradara.

Penata musik Andi Rianto yang berkolaborasi dengan penulis lirik lagu Monty Tiwa dan penyanyi Zarah, berhasil menghidupkan cerita ke dalam lagu, yang menjadi Original Sound Track film. Menurut Andi Rianto, proses membuat lagu hanya butuh 15 menit.

"Ketika diminta membuat theme song, saya sempat tidur dan ketika terbangun sudah langsung dapat melodinya. Setelah itu, saya menghubungi Zarah dan Monty Tiwa," katanya.

Meski relatif cepat saat mengaransemen theme song, Andi lebih ekstra dalm membuat scorring music film. "Karena saya ingin sesuaikan scoring dengan cerita, yang tidak berlebihan atau terlalu melodrama. Yang pasti, saya berharap scorring ini menginspirasi, sehingga mereka yang selesai nonton film akan langsung menelpon ibunya," kata Andi Rianto. 

Adegan lain dalam trailer adalah dialog antara kakak, adik dan ibu (Banyu, Gendis dan Bu Hartini). Mereka representatif dari kebanyakan masyarakat di desa yang menghendaki kedamaian, namun sangat menjaga nilai-nilai adat dalam keluarga.

 

Poster sederhana

Poster film Ibu, Maafkan Aku didominasi wajah ibu yang sedang tersenyum. Secara grafis, tampilan poster ini sangat sederhana. Hal itu dibenarkan oleh Amin Ishaq, sutradara yang juga ikut membidani lahirnya poster.

"Poster final ini yang terbaik dari sebelumnya yang kami buat. Sebenarnya semua elemen dalam film ini berproses. Termasuk judul film, yang sebelumnya adalah Syurga Yang Terluka berubah menjadi Ibu, Maafkan Aku. Secara grafis desain, poster kita hanya ingin menyampikan pesan dari konten film yang sederhana dan humble," jelas Amin yang untuk pertamakalinya menyutradarai film.

Soal poster, dari segi warna dibuat dengan efek peach. "Treatment pewarnaan ini kami aplikasikan supaya poster tidak terlalu dark. Karena film ini tidak terlalu dark  tidak melodramatis. Its verry simple. Tidak ada yang dilebih-lebihkan. Semua karakter ditampilkan sesuai porsinya. Ini film drama yang tidak didramatisir," lanjut Amin.

Menurut Amin, ibu adalah tukang bohong paling jago di dunia, sehingga di poster itu ditampilkan wajah ibu yang selalu tersenyum. "Ibu adalah orang yang jago berbohong demi anak-anaknya. Kalau ditanya ibu sudah makan, meskipun lapar, dia akan jawab sudah kenyang kalau anak-anaknya belum makan. Ini salah satu ilustrasi saja," katanya.

 

Sinopsis

Film Ibu, Maafkan Aku mengisahkan sosok ibu Hartini yang membesarkan ketiga anaknya sendiri setelah suaminya meninggal.Dengan segala keterbatasan, dia memperjuangkan hidup anaknya agar hidup mereka kelak tidak seperti dirinya.

Menyekolahkan anak anaknya sampai tinggi adalah mimpinya meski sebagai pemecah batu kali menjadi pilihan terakhirnya. Tuhan memberi keringanan hidup kepada Hartini berupa prestasi yang dicapai anak anaknya yaitu Banyu (SMA) dan Gendis (SMA), sedangkan Satrio masih SD.

Banyu tumbuh menjadi “Pilot” keluarga. Sikapnya dominan ingin menjaga kebaikan keluargha seringkali menimbulkan konflik dengan adiknya (Gendis). Apalagi ketika Gendis mengenal seseorang yang dicintainya yaitu Panji. Konflik demi konflik mulai menghiasi hari hari keluarga ini. 

Pada satu titik Banyu harus pergi ke Jakarta demi cita cita dan Gendis ditinggal Panji, laki laki yang dicintainya. Hartini mulai goyah kedua kali seperti ketika ditinggal suaminya dulu. Terlebih ketika Gendis pun akhirnya memutuskan untuk meneruskan kuliah di Jogjakarta. Satrio menjadi satu satunya pelipur lara buat Hartini.

Waktu berjalan cepat hingga Banyu dan Gendis menjadi seorang yang diimpikan oleh Hartini. Banyu menjadi seorang Pilot dan Gendis menjadi seorang dokter. Mereka kembali ke pelukan Hartini dengan kebahagiaan dan kebanggaan.

Film Ibu, Maafkan Aku akan mulai tayang pada 10 November 2016 di seluruh bioskop. (imam)

 

Last modified on Thursday, 27 October 2016
Read 4648 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru