Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Disiplin lingkungan pesantren bagi sebagian santri remaja seperti penjara. Hal itu dialami oleh Shila gadis ‘anak Medan’ yang dipaksa mamaknya untuk menimba ilmu di pesantren.

Film Cahaya Cinta Pesantren diangkat dari novel berjudul sama karya Ira Madan. Film religi produksi pertama Fullframe Pictures ini, menggaet Raymond Handaya sutradara muda berbakat yang memvisualkan cerita keluarga, persahabatan, romantisme dan seluk beluk santri muda. Semua diceritakan dengan ringan, lugas dan sangat dekat dengan keseharian.

Didukung visual gambar-gambar sinematografi yang indah dan dinamis, film ini menarik menghadirkan unsur pariwisata sekitar  Danau Toba, hingga beladiri tradisional pencak silat. Mosaik inilah yang salin menjalin, sehingga film ini sangat menyentuh dan bermakna serta ramah untuk ditonton semua umur.

Berdurasi sekitar 2 jam 24 menit film ini tetap terasa padat tidak bertele-tele.  Hal ini merupakan kerjasama produser film  Ustadz Yusuf Mansyur dan Tian Harianto, serta naskah skenario yang ditulis Anggoro Saronto.

Para pemain yang ditampilkan adalah artis remaja seperti Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Wirda Mansur, serta artis yang lebih senior seperti Elma Theana, Tabah Panemuan, Zee Zee Shahab, dan Fachri Muhammad. Film ini dijadwalkan tayang mulai tanggal 12 Januari 2017.

Film pop religi ini mengangkat kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau Toba bernama Shila (Yuki Kato), anak perempuan yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA Negeri favorit di daerahnya namun tidak lolos. Keterbatasan biaya orang tuanya tidak mungkin menyekolahkan Shila di SMA Swasta, awalnya Shila menolak namun atas bujukan orang tuanya jadilah Shila santri di Pesantren Al-Amanah.

Disiplin lingkungan pesantren dan jadwal pelajaran serta kegiatan yang seakan tiada henti membuat Shila harus beradaptasi. Dia bersahabat dengan Manda (Febby Blink), Aisyah (Via Blink) dan Icut (Vebby Palwinta). Tapi dengan Manda, Shila merasa paling dekat. Karena keduanya tidak betah tinggal di pesantren tanpa sepengetahuan yang lain, keduanya pun kabur dari pesantren.

Namun, takdir membawa mereka berdua kembali ke pesantren itu. Manda mantap untuk menjadi santri di situ. Sedangkan Shila belum yakin. Selain urusan pelajaran, sebagai gadis yang tengah puber, shila berurusan perasaannya pada Rifqy (Fachri Muhammad), santri senior. Shila berusaha menjalani kehidupan pesantren ditengah bermacam konflik.

Mulai dari konflik yang membuat persahabatannya berantakan. “kepergian” orang yang ia sayangi, hingga ia sempat diancam akan dikeluarkan dari pesantren justru saat ia telah benar-benar jatuh hati pada pesantren itu. 

Shila berhasil melalui itu semua, karena pesan ayahnya sebelum ia berangkat ke pesantren; “Kalau kita mencintai segala sesuatu karena Allah, maka kita tidak akan pernah kenal yang namanya kecewa atau sakit hati”. 

Apakah Shila berhasil mengalahkan kegalauannya dan menjadi lebih dewasa? Bisakah ia pertahankan impiannya sebagai seorang novelis? Sebaiknya ditunggu tanggal penayangannya. (imam)

 

Last modified on Thursday, 12 January 2017
Read 2422 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru