Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

SEBAGAI pemain baru di ranah film nasional, rumah produksi Media Utama Pictures termasuk jeli melihat peluang. Menjelang pemilihan anggota legislatif (pileg) dirilis film Caleg by Accident.

Ini adalah film drama komedi yang berusaha menyuguhkan gaya slapstick panggung politik Indonesia hari-hari ini.

Kekonyolan, kasak-kusuk dan kebusukan proses pencalonan anggota legislatif menjadi bagian dari cerita film besutan sutradara Joko Nugroho ini. Tidak ada yang istimewa dari film ini, kecuali untuk mengingatkan betapa lucunya panggung politik, dalam proses pencalonan anggota legislatif.

Film 'Caleg by Accident' menceritakan tiga orang yang telah bersahabat sejak kanak-kanak . Mereka adalah Sundari (Julia Perez) yang setelah dewasa menjadi seorang guru honorer di sebuah desa, Radit (Agus Kuncoro) anak dari seorang juragan kambing ini sudah menjadi sarjana tapi masih saja menganggur dan susah mendapatkan pekerjaan. Sedangkan Ridho (Babe Cabitha) sukses menjadi penyanyi dangdut tingkat kampung. 

Sampai pada akhirnya mereka Sundari, Radit maupun Ridho dipertemukan dengan orang yang mendukung mereka untuk menjadi Caleg, Persaingan pun semakin menjadi disaat mereka mengetahui bahwa mereka bertiga sama-sama maju sebagai caleg dan tampil sebagai pesaing.

Intrik pun bertambah disaat Radit dan Ridho diam-diam menaruh hati pada Sundari, Kisah persahabatan yang diwarnai dengan persaingan politik bisnis ini benar benar menggambarkan realita keadaan yang sebenarnya dalam kehidupan dunia berpolitik khususnya dalam pemilihan calon legislatif, sampai akhirnya mereka tersadarkan oleh kenyataan bahwa dunia politik itu penuh dengan siasat. 

Secara teaterikal, untuk tidak disebut over acting beberapa pemain di film ini sangat mengganggu. Namun, situasi seperti ini  bisa dimaklumi mengingat konteks cerita yang disuguhkan memang sengaja untuk memancing kelucuan.

Sejumlah celoteh dan adegan dalam film ini merupakan 'kenyataan' di arena panggung politik yang tidak lagi tabu. Itulah yang menjadikan film ini terasa biasa-biasa saja sebagai film komedi. Yang cukup membantu meringankan suntuk adalah ekspose pada sosok Sundari, yang bahenol dan berbicara lugu namun terlalu 'modern' untuk seorang guru di kampung. 

Lagi-lagi hal seperti itu terpaksa harus dimaklumi mengingat ini komedi. Aneh adalah sesuatu yang normal dalam cerita komedi. Yang juga cukup aneh adalah proses di luar film. 

Sejumlah pemain ikut dalam proyek film yang diproduseri Rizki, antaranya Leily Sagita, Maya Wulan, Raden Eko, Bun Hardi, Sofyan Dado, Egy Fedhly, dan Roy Cunonk.

Meski ide pembuatan film ini dibuat di bulan terakhir 2013, namun sudah tayang di bulan keempat tahun 2014. Sementara umumnya film nasional memerlukan waktu minimal 6 bulan untuk film yang diproduksi hingga tayang di bioskop. Aneh, eh lucu. (kf/imam)

Last modified on Tuesday, 25 March 2014
Read 30492 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru