Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film terbaru karya sutradara Garin Nugroho berjudul Mooncake Story akan tayang di bioskop mulai Kamis, 23 Maret ini. Produksi Tahir Foundation dan MVP Pictures ini bersemangat toleransi dalam keragaman, menghadirkan pemain Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, Dominique Diyose, Melati Zein, Kang Saswi, dan lain-lain.

Dituturkan oleh Garin, film Mooncake Story mengisahkan dua orang dari dua kelas sosial berbeda yang saling menemukan arti kehidupan, karena mereka saling menghidupi. 

“Secara garis besar, film ini punya tiga statemen tentang keragaman, toleransi, dan bahwa setiap orang adalah siapa-siapa,” kata Garin kepada wartawan di sela gala premiere film Mooncake Story di Plaza XXI, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017) malam.

Film yang menyodorkan ilustrasi tentang kerukunan penganut agama Konghucu, Katolik, dan Islam ini menurut Garin adalah juga representasi dari latarbelakang tim produksi film.

“Bahwa ada nuansa atau makna pesan yang Islami dari film ini, itu karena saya sebagai sutradara beragama muslim. Sehingga pesan keislaman itu mewarnai film yang juga menunjukkan toleransi antara Islam, Katolik dan Konghucu,” jelasnya.

Apa yang dikatakan Garin seirama dengan pernyataan BJ Habibie, Presiden RI ketiga  yang dalam testimoni yang ditayangkan, bahwa keragaman mencerminkan kehidupan di bumi Indonesia.

"Bahwa kita adalah masyarakat yang plularistik. Berarti kita tidak mengenal perbedaan suku, agama dan ras. Dasar filsafat dalam film ini sangat dalam, meski tidak mudah diperlihatkan dalam masa penceritaan film selama dua jam. Tapi saya yakin, film ini akan merangsang siapa saja, yang mempunyai akar (KeIndonesian). Saya persilakan publik menonton film ini," katanya.

Demikian halnya dengan Basuki Tjahaya Purnama. Menurut dia, ide film ini bagus. Karena bercerita tentang kasih dan persahabatan yang tidak ada batasnya.

Dalam film ini, Bunga Citra Lestari mendapat peran sebagai seorang janda beranak satu, tinggal di lingkungan kumuh di tepi rel kereta api. Dia juga bekerja serabutan sebagai joki three in one, yang kemudian bertemu dengan pengusaha (Morgan Oey) yang mobilnya ditumpangi BCL.

“Di film ini aku tampil polos. Kalau pun pakai make up, tipis. Ini sesuai karakterku.  Aku taat pada skenario dan taat pada produser,” kata BCL, yang merasakan pengalaman berbeda dengan perannya di film-film sebelumnya. (imam)

 

Last modified on Monday, 20 March 2017
Read 511 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru