Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Film produksi bersama Layar Production dan Cinema Delapan, berjudul 11:11, Apa Yang Kau Lihat? siap tayang di bioskop 21 Febuari 2019.

Hal itu disampaikan Executive Produser Layar Production, Fitrin Hapsarin Sukainah di peluncuran Poster dan Trailer film tersebut.

"Alhamdulillah film 11:11 Apa Yang Kau Lihat? yang kami produksi dapat jadwal tayang di bioskop seluruh Indonesia, 21 Febuari 2019," katanya, Jumat (18/1/2019).

“Dengan Trailer yang memikat dan poster keren, film ini diharapkan memancing minat masyarakat pecinta film nasional berbondong menyaksikan film horor, yang berbeda,” lanjut Fitrin. Dia optimis inilah film horor pertama Indonesia, yang mengangkat mahluk halus atau lebih tepatnya siluman dalam laut.

“Genre adventure horor sebagai pembeda, emosi penonton juga digoreng dengan sosok Siluman Laut yang menyeramkan dan menakutkan, penuh amarah dendam ketika diusik manusia usil dan serakah. Inilah gambaran salah satu kekuatan film ini," kata Fitrin.

Teror Siluman Laut dirasakan Iin Hermayani pemeran dalam film, sampai dia kesurupan ketika adegan itu ia lakoni.

Ketika dimake up jadi Siluman Laut, ia mengaku di dalam tubuhnya seperti ada yang beda. Usai suting, Iin kesurupan selama kurang lebih dua jam.

“Alhamdulillah akhirnya ada orang pintar yang berhasil mengusir Siluman Laut dari tubuhku,” aku Iin saat syuting di sebuah pulau di Lampung yang konon memang dihuni Siluman Laut.

Benarkah Siluman Laut telah menjauh dari sosok Iin? Ketika sebulan kemudian Iin dipertemukan dengan Panglima Langit dan artis cantik Ratna Listy, mahluk halus masih mengikuti Putri Pariwisata asal Lampung ini.

“Mahluk halusnya masih ngikutin Iin. Namanya Ratu Mira, ia datang bersama pengawalnya yang gede dan menyeramkan,” ucap Panglima Langit.

Siluman Laut itu benar-benar pergi dari Iin, setelah diusir oleh Panglima Langit dan artis jelita Ratna Listy yang belakangan ini dikenal sebagai pengusir hantu dan mahluk halus pengganggu.

“Sebelum ditolong Panglima Langit dan mbak Ratna, entah mengapa saya selalu kangen ke lokasi tersebut. Seolah-olah seperti ada yang memanggil untuk ke sana. Alhamdulillah  rasa kangen ingin ke lokasi suting, sekarang sudah tidak muncul lagi,” ujar Iin pada media Jumat (18/1/2019).

“Pengalaman Iin yang berperan jadi Siluman Laut hingga kesurupan dan terus diikuti kemana ia pergi, merupakan kisah yang menarik dari film ini dan akan lebih seru lagi, jika menyaksikan aksi Iin di film "11:11 Apa Yang Kau Lihat?" di bioskop pada Febuari nanti,” timpal Fitrin.

“Kekuatan menonjol film ini selain hantu yang beda dari film horor nasional, juga eksposure pesona alam yang indah karena syuting di objek wisata di Lampung dan Bali, Juga alur ceritanya kuat menegangkan,” ungkap Kei Ratnasari selaku Co Produser.

Berbagai kelebihan film ini, menurut kakak beradik Kei dan Hapsarin adalah  pemain yang tidak asing lagi aksinya di layar lebar, seperti Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan, Iin Hermayani dan lain-lainnya.

Mengenai terget penonton, Kei mengatakan dengan optimistis.

“Kita berharap akan banyak yang nonton film ini.  Dengan tampilan berbeda, film "11:1", akan bikin penasaran penonton,” kata Kei yang berharap film 11:11 akan jadi lokomotif film horor tahun ini.

 

Sinopsis

Di laut lepas pantai Tanjung Biru, bulan bersinar purnama. Sebuah kapal misterius, dua orang perampok duduk di atas kapal itu. Mereka gelisah menunggu waktu. Ketika jam tepat pukul 11:11 mereka menyelam. Tanpa mereka sadari, jam berhenti berdetak di jam 11:11.

Setelah mereka menyelam, mereka seperti hilang ditelan laut. Begitu pula seorang wanita bernama Dewi yang memiliki seorang anak bernama Galih, yang menjadi penjaga situs di Tanjung biru.

Sepuluh tahun kemudian Galih jadi mahasiswa. Dia suka mengunjungi berbagai lokasi di Indonesia untuk diving dan mendalami kecintaannya terhadap laut.

Galih anak dari Dewi  aktivis konservasi alam yang hilang saat melakukan pekerjaannya. Satu-satunya peninggalan ibu Galih adalah sebuah kalung etnik dengan simbol yang unik.

Galih memiliki 3 sahabat, mereka adalah Martin, seorang cowok tampan petualang; Ozan, yang ceroboh dan selalu ingin tahu; dan Vania, gadis cantik seorang vlogger juga diver.

Suatu hari Martin mengajak mereka ke sebuah situs misterius di daerah Tanjung Biru, berdasarkan peta yang ditemukannya.

Dari sinilah petualangan ke 4 anak muda ini dimulai dengan beberapa kejadian misterius yang konon pulau tersebut, dihuni para siluman laut, hingga mereka dapat memecahkan misteri dari situs kapal di daerah Karang Hiu di kepulauan Tanjung Biru.

Pemain: Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzan Smith, Toriq, Lady Nayoan, Iin Hermayani dan lain-lain. (imam

Last modified on Saturday, 19 January 2019
Read 1063 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru