Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

Meski berlatar budaya Batak, film Horas Amang - Tiga Bulan Untuk Selamanya mampu menghibur penonton umum. Daya tahan adat yang tergerus budaya modern menjadi latar persoalan film arahan sutradara Irham Acho Bahtiar ini.

Menurut aktivis perlindungan anak Aris Merdeka Sirait, film berlatar keluarga Batak ini sebenarnya merupakan simbol hancurnya ketahanan keluarga sebagai garda terdepan.

"Kekuarga-keluarga di daerah, ketahanannya mulai runtuh karena tidak mengutamakan nilai-nilai adat, dan agama," kata Aris usai nonton film Horas Amang di Epicentrum Walk, Kuningan, Senin (23/9/2019).

Ikut hadir dalam acara nonton bareng produser PT Prama Gatra Film Asye Berti Saulina Siregar, sutradara Acho, serta sejumlah pemeran antaranya Tanta Ginting, Novita Dewi, Piet Pagau, Jack Marpaung, dan lainnnya.

"Film ini bermuatan pesan yang universal, hanya judulnya saja pakai sedikit8 bahasa Batak, dan kebetulan para pemainnya mayoritas orang Batak," ujar Asye.

Asye Berti pun menuturkan bahwa film yang diproduserinya ini ingin dipersembahkan kepada seluruh anak-anak dan siapapun yang merasa masih memiliki Ayah.

"Saya mengajak mereka untuk menonton film ini, terutama orang-orang Batak yang berada di manapun. Film ini sarat akan pesan moral yang luar biasa, jadi jangan dilewatkan begitu saja," ucap Asye.

Dia berharap penonton akan mendapatkan pesan yang kuat tentang pentingnya keutuhan dalam keluarga yang mengutamakan adat dan agama. "Ketika keluar dari ruang bioskop setelah menyaksikan Horas Amang, penonton akan tergugah mengupayakan kebersamaan antar anggota keluarga," kata Asye.

Horas Amang, bercerita tentang seorang amang atau ayah yang luar biasa, yang menginginkan ketiga anaknya berdiri sendiri dan menjadi anak yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Bukan hanya memikirkan kemandirian atau pendidikan sang anak, sang ayah juga memikirkan bagaimana ketika anaknya jauh dari orang tuanya tetap bisa menjadi anak yang berbudi, rendah hati, tidak sombong, dan mau menghargai orang lain," paparnya.

Pada saat yang sama, salah satu pemeran Horas Amang, Tanta Ginting mengungkapkan, cerita film ini sangat menyenangkan, dan satu keluarga bisa menyaksikan secara bersama-sama. Belakangan ini, kata dia, sudah jarang ada tontonan yang bisa disaksikan secara bersama dengan keluarga.

"Bersama-sama keluarga jalan-jalan tidak hanya makan, tapi bisa juga menyaksikan film ini. Film ini diperuntukkan secara universal, karena ceritanya di dalamnya permasalahan masyarakat sehari-hari," ucap Tanta Ginting.

Selain menampilkan Tanta Ginting, Horas Amang juga dibintangi oleh aktor Cok Simbara, Jack Marpaung, Vanessa, Dendi Tambunan, Piet Pagau, Indra Pacique, dan Manda Cello. Film ini mendapat 40 layar bioskop dan akan tayang mulai 26 September 2019. (Imam)

Last modified on Saturday, 05 October 2019
Read 140 times
Rate this item
(0 votes)
Tagged under
TIS

шаблоны joomla на templete.ru