Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

FILM kisah tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia HOS Tjokroaminoto mulai digarap. Riset pun dilakukan hingga ke perpustakaan di Belanda.

Menurut rencana syuting antara Agustus-September 2014 dibawah arahan sutradara Garin Nugroho.

“Persiapannya masih dalam proses. Ini masih draft awal scenario,” kata Eliza Hidayat, Line Producers rumah produksi PT PictLock ditemui di kawasan Jl Hang Lekir, Jakarta Selatan,  Selasa (22/4/2014).

Basecamp rumah produksi milik produser Dewi Umaya siang itu terlihat ada kesibukan. Beberapa tamu datang untuk mengikuti casting. Mereka duduk dan langsung mengamati serius fotocopy scenario yang disodorkan ke mereka. Juga datang petugas untuk memasang jaringan internet.

Puluhan foto ukuran postcard bergambar dokumen pribadi Tjokroaminoto, dan sejumlah tempat serta pernik-pernik pada masa lalu terpampang di salah satu dinding ruangan.

“Sejak setahun lalu kami sudah lakukan riset dan survey kepustakaan. Khusus untuk mencari data, kami dibantu Yayasan HOS Tjokroaminoto untukmencari sampai ke Belanda,” lanjut Eliza.

Film ‘HOS Tjokroaminoto’ dipandu oleh scenario karya Arief Syarif, mengisahkan kehidupan pribadi ‘bapak para tokoh Indonesia’ tersebut di era tahun 1883 – 1920. Periode ini menceritakan mulai dari Tjokroaminoto masih bayi usia 35 hari, sampai dewasa dan dipenjara.

Menurut Eliza, ketika film masih dalam bentuk gagasan, tim PictLock sempat juga bertanya-tanya, apa yang menarik dari kisah Tjokroaminoto.

“Sebenarnya, yang menarik dari film ini adalah karena selama ini kita mengenal tokoh-tokoh besar seperti Soekarno yang merupakan salah satu murid dari Tjokroaminoto. Sementara, siapa guru atau bapak para tokoh besaritu, belum ada yang mengungkap di film,” katanya.

Yang jugamenarik, lanjut Eliza, tentang potret kondisi pada zaman itu. “Dari alat transportasi, pakaian, dan gaya hidup masyarakat terutama para buruh di masa itu sangat menarik. Tapi itu baru pernik-perniknya saja, belum lagi tentang sosok pribadi Tjokroaminoto sendiri,” jelasnya.

Meski periode itu terjad iperang, namun film ‘HOS Tjokroaminoto’ tidak spesifik mengangkat perangnya. “Ini lebih ke film drama tapi juga bisa dibilang semi kolosal. Sampai hari ini belum ada scenario perang ditampilkan,” kata Elza seraya menyebut, sekitar 30 persen film ini menyajikan kolosal.

 

Untuk lokasi syuting, pihak PictLock masih melakukan hunting. Namun, diperkirakan lokasi syuting di Jawa Tengah dan Jawa Timur.(kf/imam)

Last modified on Wednesday, 23 April 2014
Read 2991 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru