Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

HITMAKER Studios kembali mengusung urban legend lewat film Rumah Gurita. Ini film keempat rumah produksi milik Rocky Soraya yang digarap sutradara Jose Poernomo. “Rumah Gurita bukan film hantu, tapi kombinasi horror dan roman,” kata Rocky di Studio 3 XXI Plaza Indonesia, Sabtu (25/10/2014) malam.

Dalam press screening yang didahului press conference itu, Rocky mengatakan Rumah Gurita lebih serius dibandingkan tiga film sebelumnya yaitu 308, Rumah Kentang, dan Mall Klender.  “Biaya produksinya pun lebih besar, untuk menyesuaikan kebutuhan gambar, suara, musik, dan faktor lainnya,” katanya.

Dia mengatakan, membuat film horror adalah bentuk tanggungjawab. “Film 308 yang kami buat sebelumnya masuk nominasi Screamfest Horror Film Festival di Los Angeles, Amerika tahun lalu. Kami ingin memberi penonton, yang lebih baik dari sebelumnya,” lanjut Rocky.

Sementara sutradara Jose Poernomo mengatakan, Hitmaker tidak membuat film jelek. “Saya selalu membuat film yang bagus, termasuk ketika bikin film horror,” kata Jose, seraya menyebut Rumah Gurita digarap dengan pendekatan ‘atmospheric’.

Yang dimaksud atmospheric menurut Jose adalah, aura yang dimunculkan dalam adegan film adalah atmosfir kisah horror. “Belum ada film di sini yang dibuat dengan pendekatan semacam ini,” ujarnya.

Film ini berkisah tentang rumah yang di bagian sudut atapnya ditutupi patung gurita raksasa.  Rumah ini sangat misterius karena minim informasi tentang aktivitas di dalamnya. Konon, masyarakat pun membuat rekaan cerita yang berbeda mengenai keangkeran rumah gurita. Artis pemeran dalam film ini antaranya Boy William, Shandy Aulia, Kemal Palevi, dan Maria Sabta serta Izur Muchtar sebagai cameo.

“Banyak versi tentang rumah gurita di masyarakat, dan film ini tidak bisa menceritakan satu persatu. Kita hanya angkat kisah yang menarik dan paling populer yaitu gereja setan,” kata Jose Poernomo, yang mengambil setting cerita film berada pada tahun  1962 di Bandung.

 

Gereja setan

Rumah Gurita mengisahkan Selina (Shandy Aulia), seorang gadis yang ingin hidup normal. Tapi sejak lahir, Selina punya kemampuan supranatural indra keenam yang membuatnya ketakutan sendiri. Hal ini membuatnya terlihat aneh dan dikucilkan di lingkungannya. 

Selina adalah anak yatim yang ikut pada sepasang suami istri yang disapanya mbak dan mas. Kedua kakaknya itu mengasingkan Selina ke sebuah rumah bernomor 666 di Bandung. Belakangan melalui kemampuan melukis dan supranaturalnya, Selina melihat masa lalu bahwa rumah itu adalah milik orangtuanya yang tewas di tangan jin penghuni rumah tersebut.

Rio diperankan Boy William, tetangga di depan rumah tersebut, mengatakan bahwa menurut cerita rumah itu adalah Gereja Setan hanyalah rumor. Kemudian Rio dan Selena bersama-sama mencari tahu keberadaan jin yang mengganggu Selena.

Bagi Boy William yang dikenal sebagai host acara musik, syuting film horror ini seperti mimpi jadi kenyataan. “Saya suka nonton film horror. Saat ditawari main film ini, tentu saya tertantang,” kata pemain berwajah oriental ini tentang perannya. “Saya jadi pingin tahu bagaimana main film horror, karena selama ini kan main film drama,” sambungnya.

Sedangkan Shandy Aulia yang selalu tampil sebagai pemeran utama di produksi Hitmaker Studios, mengaku tidak jenuh dengan peran di film horror. “Sekarang saya sedang menikmati peran di film yang bisa diterima masyarakat.  Tetapi, sebenarnya saya senang drama yang bisa lebih improve,” kata Shandy.

Film Rumah Gurita dijadwalkan tayang 30 Oktober 2014 di seluruh jaringan bioskop di Indonesia. “Kami akan putar 100 layar di hari pertama di Cinemaxx, XXI dan Blitzmegaplex,” kata Rocky Soraya, produser. (imam) 

Foto Lainnya: 

 

 

Last modified on Sunday, 26 October 2014
Read 5712 times
Rate this item
(0 votes)
TIS

шаблоны joomla на templete.ru