Скачать бесплатно шаблоны для Wordpress.
Новые шаблоны DLE 10 на dlepro.ru

GRUP musik Slank kembali difiilmkan. Setelah Generasi Biru (2008) besutan Garin Nugroho, John De Rantau, dan Dosy Omar, kini hadir Slank Nggak Ada Matinya  disutradarai Fajar Bustomi.

Produser film Chand Parwez Servia mengatakan, tahun 2007 saat Slank mengisi musik film Get Married, sempat akan dibuat SLANK The Movie di tahun 2008 untuk menyambut 25 tahun SLANK

“Tapi Allah SWT selalu memberi jalan secara unik dan tidak terduga. Ketika 2 tahun lalu SLANK mengisi musik Get Married 3, Fajar Bustomi asisten Hanung Bramantyo di Get Married pertama, saya minta membuat clip Cubit Cubitan, sebagai soundtrack Get Married 3. Pada kesempatan itu rencana yang tertunda kembali dibahas,” kata Chand Parwez.

Sebagai Slanker, Fajar Bustomi berperan sebagai katalisator yang ideal hingga ide yang tertunda. Periode 2011 sampai menjelang Idul Fitri 2013 adalah periode riset, wawancara dan menyusun penceritaan paling efektif untuk konsep film bagi para Slankers, termasuk penonton yang belum mengenal SLANK di Indonesia maupun internasional.

“Cassandra sebagai penulis skenario secara intens bertemu dengan Slank. Akhirnya kita sepakati sisi humanisme dan jatuh bangun emosi personal SLANK yang perlu divisualisasikan, karena belum diketahui masyarakat padahal justru memiliki nilai inspiratif,” lanjut Parwez.

Tapi, kemasannya bagaimana? Apakah dibuat fun atau dark? Akhirnya disepakati film tentang grup band yang bangkit lebih kokoh dengan personil barunya, Ridho dan Abdee, secara ringan, menghibur dan aman sebagai tontonan keluarga.

Film ini memecahkan 2 rekor yakni sebagai film paling banyak lagunya dan figurannya yang mencapai 20.000 orang lebih ini jadi sangat mengharukan, saat Bimbim, Kaka dan Ivan berjuang untuk lepas dari drugs,” jelas Parwez.

Kini Slank berusia 30 tahun, dan film SLANK Nggak Ada Matinya juga menjadi momentum album SLANK ke 20, juga novel yang akan ditulis Moammar Emka.

Sebagai musisi, Slank adalah juga pemilik rights cerita film SLANK Nggak Ada Matinya. Mereka sudah terlibat sejak awal ide tercetus hingga saat mengkonsepkan jalan cerita maupun turut merevisi beberapa isi skenario agar menjadi seperti aslinya.

"Cerita yang kuat akan menghasilkan film yang bermutu,” kata Abdee.

Tidak hanya pada konsep awal saja, tetapi Slank meminjamkan wardrobe pribadi dan peralatan musik milik masing-masing personil serta turut terlibat saat syuting dengan memberi masukan di lapangan agar film ini terlihat nyata seperti kejadian sebenarnya.

Yang menarik, Slank menjadi cameo di beberapa adegan film dengan menjadi tokoh pilihan masing-masing personil, dan beradu akting dengan para pemain tokoh SLANK 'kw'.

“Kami berharap film ini dapat diterima masyarakat karena sesuai cita-citanya yang selalu ingin menyebarkan virus perdamaian ke seluruh dunia,” kata Bimbim yang ingin mewujudkan film ini menjadi  The Best Rock n' Roll Movie Ever.! (kf/imam)

Read 5008 times
Rate this item
(0 votes)
шаблоны joomla на templete.ru